A. Pembelajaran Materi Bab I Cinta Lingkungan Hidup
Subtema 1 Cinta Lingkungan Hidup
No.
|
Membangun Konteks
|
1.
|
Sebelum pembelajaran dimulai, guru memperkenalkan diri. Setelah itu, guru menjelaskan tema dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam materi Bab I. Kemudian, guru menyampaikan tujuan dan latar belakang materi Bab I tentang laporan hasil observasi. Dari bab ini siswa diharapkan mampu menulis teks laporan hasil observasi. Di samping itu, siswa diharapkan dapat meningkatkan kesadarannya tentang mencintai lingkungan hidup di sekitarnya.
|
2.
|
Untuk menarik minat siswa dalam pembelajaran, guru mengajak siswa terlibat langsung dengan guru membuka wawasan mereka mengenai cinta lingkungan hidup. Setelah itu, guru memulai pelajaran dengan membacakan puisi bertema lingkungan hidup yang berjudul “Tanah Kelahiran” karya Ramadhan K.H. Puisinya sebagai berikut. Tanah Kelahiran Seruling di pasir ipis, merdu antara gundukan pohonan pina tembang menggema di dua kaki, Burangrang – Tangkubanprahu. Jamrut di pucuk-pucuk, Jamrut di air tipis menurun. Membelit tangga di tanah merah dikenal gadis-gadis dari bukit Nyanyikan kentang sudah digali, kenakan kebaya merah ke pewayangan. Jamrut di pucuk-pucuk, Jamrut di hati gadis menurun. Ramadhan K.H.
|
Setelah membaca puisi tersebut, guru meminta salah seorang siswa untuk
membacakannya di depan kelas. Guru dapat menggunakan puisi bertema
lingkungan lainnya yang dapat diperoleh dari buku antologi di sekolah atau
mengunduhnya dari internet.
Salah satu contoh puisi lain yang bertema lingkungan hidup adalah puisi yang
berjudul “Membaca Tanda-Tanda” karya Taufiq Ismail. Puisinya sebagai berikut.
Membaca Tanda-Tanda
Oleh: Taufiq Ismail
Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan dan
Meluncur lewat sela-sela jari kita
Ada sesuatu yang mulanya tak begitu jelas
Tapi, kini kita telah mulai merindukanya
Kita saksikan udara abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau yang semakin surut tampaknya
Burung-burung kecil tak lagi berkicau di pagi hari
Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan hutan
Kita saksikan gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa banjir
Banjir membawa air
Air mata
Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda
Setelah membuka wawasan siswa dengan puisi bertema lingkungan, guru
memberi beberapa pernyataan yang menggugah siswa dalam mencintai
lingkungan hidup, khususnya yang ada di sekitar mereka. Siswa diberi
pemahaman tentang teks laporan hasil observasi yang dikaitkan dengan
fenomena yang terjadi di sekitar siswa. Guru menggugah kesadaran siswa agar
mencintai lingkungan hidup.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 13
3. Guru mengajak siswa membangun konteks pembelajaran dengan cara
menampilkan sebuah gambar tentang lingkungan hidup.
Gambar 1 Lingkungan Alam
Sumber http://api.ning.com
Guru meminta siswa untuk menyebutkan apa yang mereka lihat dalam gambar
tersebut. Hal ini bertujuan untuk membangun konteks tentang lingkungan hidup.
Guru dapat menggunakan beberapa gambar yang dapat diperoleh dari koran,
majalah, atau dari internet.
14 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
No. Pemodelan Teks Laporan Hasil Observasi
1. Pada Kegiatan 1 ini guru meminta siswa mengerjakan Tugas 1, Tugas 2, Tugas
3, dan Tugas 4.
2. Pada Tugas 1 guru membangun konteks dengan mengajukan beberapa
pertanyaan umum untuk menggali pengetahuan siswa tentang lingkungan alam
Indonesia dan lingkungan yang ada di sekitar siswa. Jawaban bersifat relatif.
Tidak ada jawaban siswa yang salah. Guru mengajukan pertanyaan berikut.
1. Ceritakanlah keadaan lingkungan yang ada di sekitar rumahmu!
2. Bagaimanakah menurutmu alam Indonesia yang kita cintai?
3. Kekayaan apakah yang ada di dalam bumi Indonesia?
4. Kekayaan alam seperti apakah yang sudah kamu nikmati?
5. Binatang apa saja yang ada di daerah asalmu?
6. Apakah kamu bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup yang ada di
sekitarmu?
7. Kedisiplinan seperti apa yang dapat kamu lakukan dalam menjaga lingkungan
di sekitarmu ?
Guru juga dapat menambahkan pertanyaan untuk menambah pemahaman
siswa tentang lingkungan.
Contoh: Bagaimana keadaan lingkungan di sekitarmu?
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa membaca secara cermat dan memahami
teks laporan hasil observasi yang berjudul “Cinta Lingkungan”. Setelah membaca
teks tersebut, guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
isi teks. Pertanyaan diberikan secara terperinci terhadap keseluruhan teks,
termasuk pertanyaan pada setiap paragraf.
1. Apakah yang disebut dengan lingkungan hidup?
2. Unsur apa sajakah yang ada di dalam lingkungan hidup?
3. Bagaimanakah cara menjaga lingkungan hidup?
4. Bagaimanakah ekosistem yang terjaga?
5. Manfaat apakah yang diperoleh dari sebuah alam yang dipelihara?
6. Apakah inti paragraf satu?
7. Pada paragraf ke berapa deskripsi lingkungan hidup dinyatakan?
8. Fungsi lingkungan hidup dinyatakan pada paragraf berapakah?
9. Pada paragraf ke berapa penulis menyatakan daerah yang mengalami
konservasi?
10. Apa yang disampaikan penulis pada paragraf terakhir?
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 15
4. Pada Tugas 3 guru menjelaskan konsep struktur teks laporan hasil observasi
yang terdiri atas
1. definisi umum,
2. deskripsi bagian, dan
3. deskripsi manfaat.
Kemudian, guru meminta siswa untuk memahami struktur teks itu. Selain itu, guru
juga meminta siswa menerapkan pengetahuannya itu dengan mengidentifikasi
struktur laporan hasil observasi terhadap teks “Cinta Lingkungan”.
Guru juga dapat menggunakan contoh teks lainnya untuk menambah
pemahaman siswa tentang struktur teks laporan hasil observasi. Teks dapat
diperoleh dari koran, majalah, atau internet.
5. Pada Tugas 4 guru meminta siswa untuk mengisi latihan berupa mencocokkan
kalimat dan kata yang isinya berkaitan dengan teks “Cinta Lingkungan”.
Latihannya, antara lain, sebagai berikut.
1. Alam yang indah ini harus dicintai, dijaga, dan......5.......
2. Usaha itu juga harus kita lakukan agar alam Indonesia tetap menjadi ...2...
dunia yang bermanfaat bagi kehidupan seluruh makhluk yang hidup dari
masa ke masa.
3. Seluruh makhluk yang terpelihara ini dapat menyelamatkan ...1..... manusia.
4. Rasa cinta itu juga harus terus…4.. agar alam Indonesia tetap menjadi
paru-paru dunia.
1) habitat
2) paru-paru
3) ekosistem
4) ditanamkan
5) dilestarikan
16 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
Untuk menggali pemahaman siswa terhadap teks, guru menguji kembali
kemampuan siswa dengan tugas pilihan ganda. Misalnya:
1. Antara manusia dan lingkungan hidup yang lain terdapat hubungan
........
a. tenteram batin
b. timbal balik dan kompleks
c. tenteram lahir
d. statis
2. Unsur di dalam lingkungan hidup ini mencakupi benda, kecuali ......
3. Keseimbangan lingkungan hidup yang terjaga dapat menciptakan
masyarakat yang seperti berikut, kecuali.......
4. Indonesia memiliki tumbuhan-tumbuhan dan hewan yang khas,
kecuali .........
a. kayu cendana
b. buah matoa
c. ular anakonda
d. burung cendrawasih
a. tanah
b. air
c. api
d. tari
a. tenteram batin
b. sehat
c. tenteram lahir
d. statis
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 17
No.
Penyusunan Teks Laporan Hasil Observasi secara
Berkelompok
1. Pada Kegiatan 2 guru mengajak siswa bekerja secara kelompok. Tiap kelompok
terdiri atas 3—5 orang. Siswa diminta mengerjakan Tugas 1, Tugas 2, dan Tugas
3.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk melabeli dan mendeskripsi pada gambar
yang dilihat dan disesuaikan dengan penulisan laporan hasil observasi. Guru juga
dapat menggunakan gambar lain untuk diamati siswa. Gambar dapat diperoleh
dari koran, majalah, atau internet.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk menyusun dan mengurutkan pernyataan
serta mengidentifikasi struktur teks. Kemudian, guru meminta siswa untuk
memberi judul terhadap karangan yang sudah diurutkannya dalam teks laporan
hasil observasi.
Di samping itu, guru juga meminta siswa untuk mengidentifikasi bagian-bagian
teks tersebut ke dalam karangan observasi. Guru juga dapat menggunakan teks
yang lain. Teks dapat diperoleh dari buku bahasa Indonesia yang lain, koran,
majalah, atau pun internet.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa memahami aspek kebahasaan dalam teks
laporan hasil observasi dengan mengenali beberapa pemakaiannya, yakni
merujuk kata, kelompok kata, pengimbuhan kata, dan penggunaan konjungsi.
Di samping itu, siswa juga diberi pemahaman tentang deskripsi sebuah kata
dalam bentuk definisi dan ejaan.
18 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
5. Pada Tugas 4 ini siswa diajak mengenal salah satu bentuk sastra, yakni cerita
rakyat. Cerita rakyat ini berkaitan dengan lingkungan yang banyak dikenal di
Indonesia. Cerita itu adalah Dewi Sri atau Dewi Padi yang menjadi simbol Dewi
Kesuburan. Guru meminta siswa mengerjakan tugas secara berkelompok. Setiap
kelompok terdiri atas 3—5 orang. Tugas yang diberikan sebagai berikut.
1. Guru meminta siswa membaca cerita itu di dalam kelompoknya dengan
suara lantang agar temannya ikut menyimak teks ini.
2. Setelah membaca dan menyimak teks tersebut, siswa diminta
mengidentifikasi teks “Dewi Sri” ke dalam struktur laporan hasil observasi.
3. Kemudian, guru meminta siswa menelaah teks itu dengan menjawab
beberapa pertanyaan berikut.
a. Tahukah kamu, siapa Dewi Sri?
b. Dapatkah kamu mendeskripsi sosok Dewi Sri?
c. Mengapa Dewi Sri dimitoskan di Indonesia?
d. Di mana saja cerita itu dikenal di Indonesia?
e. Apakah manfaat cerita ini bagi masyarakat?
4. Setelah memahami teks tersebut, siswa diminta meringkas teks tersebut
dengan bahasa mereka sendiri dalam satu paragraf.
No. Penyusunan Teks Laporan Hasil Observasi secara Mandiri
1. Pada Kegiatan 3 guru meminta siswa untuk bekerja secara mandiri. Guru meminta
siswa mengerjakan Tugas 1, Tugas 2, Tugas 3, dan Tugas 4.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk mewawancarai orang tua atau saudara.
Sebelum wawancara tersebut dilakukan, siswa diminta untuk menyusun
pertanyaan-pertanyaan dengan pokok-pokok sebagai berikut
1. definisi hewan peliharaan
2. nama pemilik hewan
3. hewan peliharaan yang dimiliki
4. deskripsi hewan peliharaan itu
5. deskripsi cara pemeliharaannya
6. kegunaan hewan peliharaan bagi pemiliknya
Setelah melakukan wawancara, siswa diminta mengubah hasil wawancara
tersebut menjadi laporan hasil observasi.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 19
3. Pada Tugas 2 siswa diberi tugas mencari teks laporan hasil observasi dalam
media. Jika teks tersebut belum sesuai dengan teks laporan hasil observasi, siswa
dapat memodifikasi teks itu agar sesuai dengan teks laporan hasil observasi. Guru
dapat mencari teks laporan hasil observasi lainnya dari berbagai sumber, antara
lain buku bahasa Indonesia yang lain, koran, majalah, atau internet.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk mengidentifikasi unsur kebahasaan dalam
teks laporan hasil observasi yang ada dalam Tugas 2. Guru dapat memberikan
contoh dengan menggunakan teks yang ditemukan di media.
5. Pada Tugas 4 guru meminta siswa melakukan pekerjaan berikut.
1. Guru meminta siswa mencari cerita rakyat dari daerahnya sendiri. Cerita itu
berkaitan dengan alam atau asal usul tentang alam, seperti danau, gunung,
atau nama desa.
2. Setelah itu, guru meminta siswa menelaah unsur ceritanya dengan
mengidentifikasi beberapa hal berikut.
a. Siapa sajakah yang ada di dalam cerita itu?
b. Di mana cerita itu terjadi?
c. Kapan peristiwa itu terjadi?
d. Tema atau masalah apa yang ada di dalamnya?
e. Nilai-nilai apa yang terkandung di dalamnya?
f. Sikap dan perilaku seperti apakah yang dapat siswa identifikasi?
3. Kemudian, guru meminta siswa membuat ringkasan cerita tersebut dalam
12—15 kalimat.
4. Untuk menambah wawasan siswa tentang sastra, siswa diminta untuk
membaca novel yang berjudul "Penakluk Ujung Dunia" karya Bokor Hutasuhut
atau novel lain yang bercerita tentang lingkungan hidup. Kemudian, siswa
menjawab pertanyaan berikut ini.
a. Siapa saja pelakunya?
b. Di mana cerita itu terjadi?
c. Kapan peristiwa itu terjadi?
d. Siswa diminta menceritakan kembali apa yang telah dibaca.
20 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
Subtema 2 Pelestarian Biota Laut
Membangun Konteks
Pada Subtema 2 ini guru juga membuka wawasan siswa tentang cinta lingkungan
hidup dengan mengenal lingkungan hidup di laut melalui teks “Biota Laut”. Teks
yang dibicarakan pada bagian ini masih berupa teks laporan hasil observasi.
No. Pemodelan Teks Laporan Hasil Observasi
1. Pada Kegiatan 1 guru meminta siswa menjawab beberapa pertanyaan yang
ada pada Tugas 1, Tugas 2, Tugas 3, dan Tugas 4.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa menjawab beberapa pertanyaan yang
berhubungan dengan biota laut. Tujuannya untuk membangun konteks.
Kemudian, guru memberikan pertanyaan secara terperinci tentang teks seperti
berikut ini.
1. Apakah laut itu?
2. Makhluk apa sajakah yang hidup di dalam laut?
3. Sebutkanlah jenis ikan laut yang kamu tahu?
4. Bagaimanakah cara memelihara ikan laut?
5. Ceritakan keindahan laut dan manfaat laut bagi manusia!
Pembangunan konteks ini juga dapat dilakukan guru dengan memperlihatkan
gambar biota laut Indonesia. Gambar biota laut dapat diperoleh dari koran,
majalah, atau internet.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa mengenali dan membaca secara cermat teks
Laporan hasil observasi “Biota Laut”. Kemudian, guru memberikan pertanyaan
secara terperinci tentang teks seperti berikut ini.
1. Apakah yang dimaksud biota laut?
2. Di manakah dan bagaimana terumbu karang dapat hidup?
3. Apa yang kamu ketahui tentang hutan bakau?
4. Sebutkanlah beberapa daerah di Indonesia yang mempunyai taman laut!
5. Apakah manfaat biota laut bagi manusia?
6. Sebutkan daerah yang memiliki biota laut yang bermanfaat bagi manusia?
7. Apakah yang disampaikan penulis pada paragraf pertama?
8. Apakah yang kamu ketahui tentang rumput laut seperti yang dinyatakan
pada paragraf kedua?
9. Bagaimana dengan paragraf ketiga? Apakah inti paragraf tersebut?
10. Pada paragraf berapakah penulis menyampaikan pendapat tentang biota
laut?
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 21
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk mengenal struktur teks laporan hasil
observasi dan memahami tentang isi teks “Biota Laut”. Struktur teks laporan hasil
observasi itu adalah sebagai berikut.
1. Definisi umum
2. Deskripsi bagian
3. Deskripsi manfaat
Dalam tugas ini, guru juga meminta siswa untuk berpendapat dan mengemukakan
alasan pendapatnya. Untuk itu, guru meminta siswa menjawab beberapa
pertanyaan berikut ini.
a. Setujukah kamu dengan pernyataan “Biota laut merupakan salah satu
kekayaan Indonesia yang sangat berlimpah?”
1) Saya setuju karena .........................................................................
2) Saya tidak setuju karena .................................................................
b. Setujukah kamu dengan pernyataan “Biota laut seperti terumbu karang,
ikan, dan tumbuh-tumbuhan laut menjadi bagian dari ekosistem laut?”
1) Saya setuju karena .........................................................................
2) Saya tidak setuju karena .................................................................
c. Setujukah kamu dengan pernyataan “Ikan, tumbuh-tumbuhan laut,
dan terumbu karang sangat bermanfaat bukan hanya bagi kesehatan,
melainkan juga bagi perkembangan pariwisata dan ilmu pengetahuan?”
1) Saya setuju karena .........................................................................
2) Saya tidak setuju karena .................................................................
Jawaban siswa dapat bervariasi dan guru menjadi fasilitator dalam pernyataan
pendapat ini.
Untuk menguji pemahaman siswa, guru juga memberikan latihan, seperti contoh
berikut ini.
1. Biota laut dapat terlindungi dengan beberapa langkah berikut,
kecuali..............................................................................................
2. Terumbu karang ini juga hidup di perairan yang kurang lebih 50 meter di
bawah ............ laut dengan suhu sekitar 20 derajat celcius, serta di air jernih
yang tidak terkena polusi.
22 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
5. Pada Tugas 4 guru meminta siswa untuk memahami unsur kebahasaan dari teks
“Biota Laut”. Unsur kebahasaan tersebut berupa pengenalan teks secara utuh.
Unsur kebahasaan itu adalah
1. repetisi
2. kata ganti, dan
3. konjungsi
No. Penyusunan Teks Laporan Hasil Observasi secara Berkelompok
1 Pada Kegiatan 2 guru memberikan beberapa tugas kepada siswa yang dikerjakan
secara berkelompok.
2. Pada Tugas 1 siswa diminta mencari kalimat utama dan ide pokok teks “Biota
Laut”, lalu siswa ditugasi untuk membuat sebuah paragraf yang terdiri atas 5—6
kalimat.
3. Setelah itu, pada Tugas 2 guru juga meminta siswa menulis ringkasan teks
“Biota Laut”.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk mereproduksi teks tersebut dalam
bentuk percakapan atau dialog.
No. Penyusunan Teks Laporan Hasil Observasi secara Mandiri
1. Pada Kegiatan 3 guru menugasi siswa bekerja mandiri. Dalam kegiatan ini guru
meminta siswa mengerjakan Tugas 1, Tugas 2, dan Tugas 3.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa mendeskripsikan dan menyampaikan
informasi secara lisan tentang gambar biota laut.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk mengidentifikasi ide pokok dari gambar
biota laut yang telah dikerjakan pada Tugas 1.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk menulis teks laporan hasil observasi
dan memublikasikannya di media sekolah.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 23
B. Pembelajaran Materi Bab II Pengenalan Budaya Indonesia
Subtema 1 Tari Saman
No. Pemodelan Teks Deskripsi
1. Pada Kegiatan 1 guru memperkenalkan teks deskripsi yang berjudul "Tari
Saman". Untuk itu, siswa diminta mengerjakan Tugas 1, Tugas 2, dan Tugas 3.
2. Pada Tugas 1 guru membangun konteks dengan meminta siswa menjawab
beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan budaya Indonesia, termasuk
Tari Saman. Pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan untuk membangun konteks
itu adalah sebagai berikut.
1. Apakah yang kamu ketahui tentang budaya Indonesia?
2. Apa sajakah yang termasuk budaya Indonesia?
3. Apakah kebudayaan Indonesia itu dapat dianggap sebagai identitas
bangsa?
4. Dapatkah kamu menyebutkan berbagai nama tari yang ada di tanah air
kita?
5. Pernahkah kamu membaca, mendengar, atau mengunjungi Taman Mini
Indonesia Indah? Coba kamu sebutkan rumah adat yang ada di tempat
tersebut!
6. Banggakah kamu dengan kebudayaan Indonesia?
7. Apakah kamu merasa percaya diri memiliki kebudayaan Indonesia?
8. Ceritakanlah di depan kelas dongeng dari daerahmu!
Jawaban bersifat relatif. Tidak ada jawaban yang salah. Guru menjadi fasilitator
untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk membaca dan memahami teks “Tari
Saman” dengan teliti. Setelah membaca, guru harus mengetahui pemahaman
siswa terhadap teks itu. Untuk itu, guru meminta siswa menjawab beberapa
pertanyaan yang terperinci berkaitan dengan isi teks.
1. Apakah nama kostum yang dipakai di kepala penari Saman?
2. Terbagi dalam berapa bagiankah kostum Tari Saman?
3. Dapatkah kamu menambahkan ciri gerakTari Saman yang belum ada di
dalam teks?
4. Di manakah asal Tari Saman?
5. Untuk apakah Tari Saman ditarikan pada mulanya?
6. Mengapa penggunaan warna penting pada kostum penari Saman?
7. Menurut UNESCO, Tari Saman tercatat dalam daftar apa?
24 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
8. Pada paragraf ke berapakah deskripsi (identifikasi, klasifikasi/definisi,
deskripsi bagian) tentang Tari Saman ditemukan?
9. Bagaimana dengan gambaran rincian kostum tari Saman? Pada paragraf
ke berapa kamu temukan?
10. Apa yang disampaikan penulis pada paragraf terakhir?
4. Pada Tugas 3 guru menjelaskan konsep sebuah teks deskripsi yang strukturnya
yang terdiri atas
1. deskripsi umum dan
2. deskripsi bagian.
Kemudian, guru meminta siswa memahami struktur teks “Tari Saman” sambil
mengenali unsur-unsur teks tersebut.
No. Penyusunan Teks Deskripsi secara Berkelompok
1. Pada Kegiatan 2 guru mengajak siswa untuk menyusun teks secara bersama
atau berkelompok. Untuk itu, guru meminta siswa mengerjakan tugas secara
berkelompok yang terdiri atas 3—5 siswa.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk mengidentifikasi dan melabeli teks
deskripsi “Tari Saman”. Di samping itu, guru juga meminta siswa mencermati
kostum penari untuk dideskripsi. Misalnya kostum yang terdapat pada gambar
berikut.
Gambar 2 Tari Saman
Sumber http://www.kaskus.co.id
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 25
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk mendeskripsi dan membuat teks
deskripsi berdasarkan teks “Tari Gambyong”. Kemudian, guru meminta siswa
untuk mencari makna yang berhubungan dengan tari tersebut.
Tari Gambyong
.......................................................................
Sekaran mlaku
.......................................................................
Entrag
.......................................................................
Koreografi
.......................................................................
Resepsi
.......................................................................
Mahir
.......................................................................
Tarian
.......................................................................
Guru meminta siswa bersama kelompok untuk menjelaskan deskripsi umum dan
deskripsi bagian dari teks “Tari Gambyong”.
Guru meminta siswa bersama kelompok untuk mencari teks sejenis di majalah,
surat kabar, atau buku, lalu menceritakannya secara lisan di depan kelas.
Guru meminta siswa bersama kelompok untuk menyusun teks sejenis yang
mengandung unsur identifikasi, klasifikasi/definisi, dan deskripsi bagian.
4. Pada Tugas 3 guru menjelaskan unsur kebahasaan yang berkaitan dengan
merujuk kata dan kata berimbuhan. Pada tugas ini, guru meminta siswa untuk
mencari rujukan kata, imbuhan kata, dan kelompok kata pada teks “Tari Kecak”.
26 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
No. Penyusunan Teks Deskripsi secara Mandiri
1. Pada Kegiatan 3 ini guru menugasi siswa bekerja secara mandiri menyusun teks
deskripsi. Dalam kegiatan ini, guru menugasi siswa beberapa latihan.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa menyusun kalimat dan memberikan nomor
urut sesuai dengan susunan teks deskripsi yang urut dan logis berjudul “Tari
Saman”.
Guru meminta siswa untuk mencari teks sejenis dari majalah, surat kabar, atau
buku. Kemudian, siswa diminta mengidentifikasi, deskripsi umum dan deskripsi
bagian dalam teks. Guru juga meminta siswa untuk mencari teks yang berbeda
dari teks model dan mencari perbedaaannya.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk menyusun teks deskripsi tentang
budaya Indonesia yang ada di daerah sekitar siswa. Guru juga meminta siswa
untuk memublikasikan teks deskripsi yang telah dibuat tersebut.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk membaca teks “Boneka Sigale-Gale”.
Setelah itu, guru meminta siswa untuk mengerjakan unsur kebahasaan tentang
kata berimbuhan dan rujukan.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 27
Subtema 2 Pasar Tradisional
Membangun Konteks
Untuk membangun konteks guru membuka wawasan siswa tentang
pasar tradisional yang menjadi salah satu objek wisata di Indonesia. Guru
menjelaskan bahwa pasar tradisional merupakan bagian kebudayaan
Indonesia yang perlu
No. Pemodelan Teks Deskripsi
1 Pada Kegiatan 1 guru meminta siswa untuk mengerjakan Tugas 1, Tugas 2, dan
Tugas 3.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan
dengan pasar tradisional. Sebelum membaca teks tentang “ Beringharjo, Pasar
Tradisional Terlengkap di Yogyakarta”, siswa diminta menjawab pertanyaan
berikut.
1. Apakah yang siswa ketahui tentang pasar tradisional?
2. Apa beda pasar tradisional dengan pasar modern?
3. Apa saja yang ada di pasar tradisional?
4. Dapatkah siswa menyebutkan berbagai jenis barang atau benda yang ada
di pasar?
5. Pernahkah siswa pergi ke pasar?
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa membaca teks deskripsi yang berjudul
“Beringharjo, Pasar Tradisional Terlengkap di Yogyakarta” dengan cermat dan
teliti. Setelah membaca teks tersebut, siswa diminta menjawab pertanyaan
berikut!
1. Apa makna kata “Beringharjo”?
2. Siapa yang memberi nama “Beringharjo”?
3. Barang apa saja yang dijual di depan dan belakang bangunan pasar sebelah
barat?
4. Di bagian mana kalau wisatawan ingin membeli aneka batik?
5. Pukul berapa pasar “Beringharjo” tutup?
28 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
4. Pada Tugas 3 siswa diharapkan bisa mengenal struktur teks deskripsi. Untuk itu,
siswa diminta menyimak struktur teks deskripsi yang berjudul “Beringharjo, Pasar
Tradisional Terlengkap di Yogyakarta”. Berdasarkan bagan itu, siswa diharapkan
mengetahui struktur teks deskripsi yang terdiri atas deskripsi umum dan deskripsi
bagian. Deskripsi umum merupakan pernyataan umum benda yang diseskripsi,
sedangkan deskripsi bagian merupakan bagian-bagian benda yang dideskripsi.
Di samping itu, siswa diminta menuliskan deskripsi umum dan deskripsi bagian
yang ada di dalam teks tersebut. Guru meminta siswa menulis dengan bahasanya
sendiri.
Siswa juga diminta memahami makna kata berikut.
a. pasar tradisional adalah ...
b. caturtunggal ...
c. wisatawan ...
d. jajanan pasar ...
e. rempah-rempah ...
f. bakpia ...
g. barang antik ...
h. barang bekas ...
i. los pasar...
j. blangkon ...
k. baju surjan ...
l. gudeg...
m. dinamika ...
No. Penyusunan Teks Deskripsi secara Berkelompok
1. Pada Kegiatan 2 ini guru meminta siswa untuk membangun teks secara bersamasama
atau berkelompok. Tiap kelompok terdiri atas 3—5 siswa. Pada kegiatan
ini guru meminta siswa mengerjakan tugas berkaitan dengan pasar tradisional.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk mengurutkan teks deskripsi yang
susunannya diacak. Setelah itu, guru meminta siswa untuk membacakan
urutannya di depan kelas.
Selain itu, guru juga meminta siswa mengurutkan teks menjadi teks deskripsi
yang urut dan logis. Untuk itu, siswa diminta membubuhkan angka urutan di
tabel sebelah kiri.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 29
No. Kalimat
Mobil dan motor yang diparkir di halaman parkir itu pun sudah tinggal beberapa
buah saja.
Para pedagang di halaman parkir ini tampak membentuk dua deretan panjang
dari utara ke selatan, deretan pertama berada di sepanjang pagar yang
membatasi halaman pasar dari Jalan Raya Bogor, sedangkan deretan kedua
membentuk baris yang sejajar dengan yang pertama, tetapi tepat di depan
pasar.
Di sekeliling gerobak para pedagang nasi diletakkan bangku-bangku panjang,
sebagian di bagian dalam halaman parkir, sebagian sudah di luar pagar,
diletakkan di atas bilah-bilah papan yang disusun menutup parit di antara pagar
dan trotoar jalan raya.
Saya melewati pasar Kramat Jati sekitar pukul lima sore.
Di sela-sela mereka kembali kelihatan para pedagang sayur-mayur yang
memajang dagangan mereka di lantai aspal pelataran, dengan beralaskan tikar
tua, daun pisang, atau apa saja.
Toko-toko dan los-los di dalam pasar itu sendiri pada pukul lima seperti ini satusatu
mulai tutup.
Pada deretan yang di dekat pagar ada dua pedagang roti bakar, pedagang
jamu, pedagang kopi, tiga pedagang nasi Padang yang mengambil tempat
saling berjauhan satu sama lain, di ujung kanan pelataran parkir, di tengah, dan
di ujung kiri.
Di atas trotoar, orang-orang yang akan menyewakan lampu petromak sibuk
mengisi dan membersihkan lampu-lampu yang sebentar lagi akan dinyalakan
dan siap untuk disewa langganan masing-masing.
Halaman parkir pasar yang membentang dari utara ke selatan di sepanjang tepi
kiri Jalan Raya Bogor, dengan panjang sekitar 70 meter dan lebar 15 meter,
sedikit demi sedikit sudah mulai dipenuhi oleh para pedagang sayur, buah,
barang-barang kelontong, dan sebagainya.
Para pedagang nasi sudah siap melayani langganan mereka.
Para pedagang yang menggunakan gerobak lainnya pun melakukan hal yang
sama.
Semua pedagang ini menggunakan gerobak.
Di dekat mereka orang-orang sibuk menurunkan sayur-mayur seperti kangkung,
daun singkong, kacang panjang, bayam, dan sebagainya dari truk-truk
mini, dan meletakkannya begitu saja di trotoar di samping lampu-lampu petromak
yang sedang disiapkan.
Pada deretan dalam kelihatan pedagang sayur, bumbu, telur, satu-dua
pedagang kelontong, dan peralatan dapur dari plastik.
30 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
Setelah siswa mengurutkan kalimat-kalimat itu, siswa diminta membacakan
hasil kerjanya secara bergantian di dalam kelompok yang terdiri atas 3—5
orang.
Untuk lebih memahami isi yang ada di dalam teks tersebut, siswa diminta
menjawab pertanyaan berikut secara berkelompok!
a. Pedagang apa saja yang terdapat di pasar itu?
b. Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di pasar itu?
c. Apa saja yang dijual di pasar itu?
d. Bagaimana caranya pedagang itu menjual?
e. Adakah orang yang berada di pasar itu selain berdagang?
No.
1. Pada Tugas 2 siswa diminta menyusun teks deskripsi secara berkelompok Setiap
kelompok terdiri atas 3—5 siswa. Dalam menyusun teks deskripsi itu, siswa
diminta mengikuti langkah-langkah yang sudah diberikan; mengidentifikasi
pasar atau apa saja yang siswa ketahui; dan mendeskripsikan bagian umum
atau benda yang dideskripsikan. Kemudian, siswa diminta mendeskripsikan
bagian-bagian pasar atau benda bersama kelompoknya.
2. Pada Tugas 3 siswa diminta melengkapi kalimat dengan konjungsi dan, tetapi,
atau. Kalimat itu adalah sebagai berikut.
a) Halaman parkir pasar yang membentang dari utara ke selatan di sepanjang
tepi kiri Jalan Raya Bogor, dengan panjang sekitar 70 meter ........ lebar 15
meter, sedikit demi sedikit sudah mulai dipenuhi oleh para pedagang sayur,
buah, barang-barang kelontong, ....... sebagainya.
b) Para pedagang di halaman parkir ini tampak membentuk dua deretan
panjang dari utara ke selatan, deretan pertama berada di sepanjang pagar
yang membatasi halaman pasar dari Jalan Raya Bogor, sedangkan deretan
kedua membentuk baris yang sejajar dengan yang pertama, ...... tepat di
depan pasar.
c) Sehabis salat saya berniat kembali tidur, ...... mereka memaksa saya ikut
jogging yang memang teratur kami lakukan setiap Minggu pagi.
d) Para pedagang yang belum kena usir kelihatan santai saja meneruskan
jual-beli, sampai truk besar merah itu betul-betul sudah dekat, dan ketika
itu terjadi, dengan kesigapan luar biasa, semua dagangannya dikumpulkan,
dimasukkan ke dalam karung, peti, ...... gerobak, ...... segera berangkut
dari sana.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 31
No. Penyusunan Teks Deskripsi secara Mandiri
1. Pada Kegiatan 3 ini siswa diajak belajar menyusun teks deskripsi secara
mandiri. Tema yang akan siswa buat sebagai teks deskripsi adalah “Fungsi
Pasar bagi Kehidupan Masyarakat”. Agar dapat membuat teks dengan baik,
siswa diminta mengerjakan tugas-tugas berikut.
2. Sebelum membuat teks deskripsi tentang “Fungsi Pasar bagi Kehidupan
Masyarakat”, pada Tugas 1siswa perlu membuat langkah-langkah berikut.
a) Kumpulkan data tentang pasar!
b) Identifikasikan pasar yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari!
c) Buatlah deskripsi umum yang berkaitan dengan pasar!
d) Buatlah deskripsi bagian yang berkaitan dengan pasar tersebut!
e) Pikirkan apakah pasar itu berguna bagi pariwisata?
f) Cari dan kutip pendapat bahwa pasar menggambarkan budaya
masyarakat tertentu.
3. Setelah data tentang penulisan teks deskripsi sudah dikumpulkan, siswa diminta
menuliskan teks deskripsi tentang fungsi pasar bagi masyarakat berdasarkan
deskripsi umum dan deskripsi bagian.
4. Setelah teks deskripsi selesai dibuat, siswa perlu meminta tanggapan siswa
yang lain. Sesudah mendapatkan masukan, teks tersebut perlu dipublikasikan
lewat majalah sekolah atau majalah dinding.
5 Pada Tugas 3 siswa diminta membuat kelompok kata (frasa) yang terdiri atas
tiga sampai empat kata yang berhubungan dengan pasar tradisional, sekurangkurangnya
sepuluh kelompok kata!
6. Di samping itu, siswa diminta membuat masing-masing sepuluh kalimat, yang
berhubungan dengan fungsi pasar dalam kehidupan masyarakat. Siswa diminta
menggunakan konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif!
7. Siswa juga diminta mengidentifikasi kata-kata aspek dan modalitas dalam teks
yang menjadi sumber rujukan siswa.
32 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
C. Pembelajaran Materi Bab III Remaja dan Pendidikan Karakter
Subtema 1 Remaja dan Pendidikan Karakter
Membangun Konteks
Guru membuka wawasan siswa dengan memperdengarkan dan membacakan
pidato Bung Tomo pada tanggal 10 November 1945. Pidato tersebut berisi imbauan
Bung Tomo kepada pemuda dan rakyat Indonesia, khususnya yang berada di
Surabaya untuk bersiap melawan tentara Inggris. Guru dapat mengunduh pidato
tersebut melalui http://www.youtube.com/watch?v=aEvPBfM7OSQ.
Pidato Bung Tomo pada 10 November 1945
Gambar 3 Bung Tomo
Sumber http://www.beritaunik.net/tahukah-kamu/
pidato-bung-tomo-peristiwa-10-november-1945.html
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 33
Bismillahirrohmanirrohim
Merdeka!
Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia,
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.
Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini
tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih
tanda bahwa kita menyerah kepada mereka.
Saudara-saudara,
Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya,
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi,
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini
di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing,
dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.
Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara
dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini,
maka kita ini tunduk utuk memberhentikan pentempuran
tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.
Saudara-saudara kita semuanya
Kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini
akan menerima tantangan tentara Inggris itu
dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya
ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini
dengarkanlah ini tentara Inggris.
Ini jawaban kita
ini jawaban rakyat Surabaya
ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.
34 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
Hai tentara Inggris
Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu
Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu
Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan
kepadamu.
Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita
untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada
tetapi inilah jawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga.
Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting!
tetapi saya peringatkan sekali lagi.
Jangan mulai menembak
baru kalau kita ditembak
maka kita akan ganti menyerang mereka itu kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang
yang ingin merdeka.
Dan untuk kita, saudara-saudara
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka
semboyan kita tetap: merdeka atau mati!
Dan kita yakin, saudara-saudara
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah, saudara-saudara
Tuhan akan melindungi kita sekalian.
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Merdeka!
(Ditranskrip dari http://www.youtube.com/watch?v=aEvPBfM7OSQ)
Setelah memperdengarkan pidato tersebut, guru membuka wawasan siswa
dengan pertanyaan yang berhubungan dengan pidato Bung Tomo itu, khususnya
yang berhubungan dengan nasionalisme dan karakter.
Guru juga membuka wawasan siswa dengan pernyataan-pernyataan penting
sekitar pendidikan karakter dan remaja. Pendidikan karakter ini sangat diperlukan
untuk memperkuat jati diri dan identitas remaja sebagai penerus bangsa. Dengan
pendidikan karakter remaja diharapkan dapat menjadi remaja yang unggul dan
berprestasi.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 35
2. Pada Tugas 1 guru mengajak siswa membangun konteks pembelajaran dengan
cara menjawab pertanyaan berikut.
1. Apakah yang kamu ketahui tentang remaja?
2. Kamu ingin menjadi remaja seperti apa?
3. Pendidikan seperti apa yang kamu inginkan?
4. Hal apa yang paling kamu minati?
5. Sikap positif apakah yang kamu miliki?
6. Sikap apakah yang dapat membantumu menjadi orang yang percaya diri?
7. Bagaimanakah kamu memperlihatkan sikap santunmu terhadap guru dan
orang tua?
3. Pada Tugas 2 guru memperkenalkan teks eksposisi yang berjudul “Remaja dan
Pendidikan Karakter Bangsa”. Setelah membaca dan mencermati teks itu, guru
memberikan pertanyaan tentang teks tersebut. Berikut ini pertanyaan tersebut.
1. Siapakah yang disebut remaja?
2. Apa tanda-tanda fisik dan psikis seseorang dikatakan remaja?
3. Pendidikan karakter apakah yang diperlukan seorang remaja?
4. Mengapa remaja memerlukan pendidikan nilai religius?
5. Sikap jujur seperti apa yang dapat kamu tunjukkan pada guru dan orang
tuamu?
6. Tanggung jawab seperti apa yang dapat kamu lakukan di rumah dan di
sekolah?
7. Pada paragraf ke berapa fakta-fakta tentang remaja dipaparkan?
8. Pernyataan bahwa remaja mengalami perubahan fisik dan psikis
dinyatakan pada paragraf ke berapa?
9. Apakah yang menjadi inti paragraf kedua?
10. Apakah inti paragraf ketiga?
4. Pada Tugas 3 guru menjelaskan struktur teks eksposisi yang terdiri atas
1. tesis atau opini,
2. argumentasi, dan
3. bagian penegasan ulang dari tesis.
Setelah itu, guru juga meminta siswa untuk memahami struktur eksposisi pada
teks “Remaja dan Pendidikan Karakter". Guru juga meminta pendapat siswa
tentang beberapa pernyataan yang berkaitan dengan teks beserta alasan-alasan
mereka. Di samping itu, guru juga menugasi siswa untuk mencari kalimat utama
dan ide pokok dari teks tersebut di atas.
No. Pemodelan Teks Eksposisi
1. Pada Kegiatan 1, guru menjelaskan tema dan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai dalam materi Bab III tentang tulisan eksposisi. Siswa diharapkan memahami
struktur teks eksposisi dan mampu menggunakan unsur kebahasaannya sehingga
siswa mampu menulis dalam jenis teks tersebut secara benar. Untuk itu, guru
meminta siswa mengerjakan Tugas 1, Tugas 2, dan Tugas 3.
36 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
No. Penyusunan Teks Eksposisi secara Berkelompok
1. Pada Kegiatan 2 siswa diminta menyusun teks eksposisi secara berkelompok.
Tugas yang harus dikerjakan adalah mengurutkan teks dan mengenali beberapa
unsur kebahasaan di dalam teks tersebut.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa melakukan kegiatan sebagai berikut.
1. Mengurutkan teks eksposisi yang belum logis dan belum urut.
2. Mengidentifikasi struktur teks,
3. Membuat ringkasan, dan menyatakan pendapat sesuai dengan sudut
pandangnya.
4. Nyatakanlah pendapatmu dengan menjawab pertanyaan berikut ini!
a) Apakah kamu setuju dengan pernyataan bahwa dalam olimpide tingkat
dunia itu, Indonesia patut berbangga karena enam siswa terbaik dari
Indonesia menang dengan meraih medali perak dan perunggu?
Kamu setuju karena ..................................................................
Kamu tidak setuju karena ..........................................................
b). Apakah kamu setuju dengan pernyataan bahwa keberhasilan siswasiswa
Indonesia meraih medali ini merupakan bukti bahwa putra-putri
Indonesia berprestasi dan mampu bersaing di forum internasional?
Kamu setuju karena .......................................................................
Kamu tidak setuju karena ..............................................................
3. Pada Tugas 2 guru memberikan tugas berupa pemahaman dan pengenalan
unsur kebahasaan berikut ini.
1. Kalimat tunggal
2. Kalimat majemuk
3. Konjungsi
4. Kata baku dan tidak baku
5. Imbuhan
6. Kelas kata
7. Kelompok kata
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk menulis teks eksposisi dengan
memperhatikan Gambar 3 pada Bab 3 tentang remaja berprestasi. Setelah
menulis, guru meminta siswa untuk mengidentifikasi struktur teks dan unsur
kebahasaan dari karangan eksposisi mereka sendiri.Guru dapat menggunakan
gambar lainnya. Gambar dapat diperoleh dari buku, majalah, koran, atau internet.
5. Pada Tugas 4 guru meminta siswa untuk mencermati puisi yang berjudul “Dengan
Puisi Aku” dan menjawab pertanyaan terkait dengan puisi tersebut.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 37
No. Penyusunan Teks Eksposisi secara Mandiri
1. Pada Kegiatan 3 guru memberikan tugas secara mandiri. Dalam tugas ini guru
meminta siswa untuk menulis teks eksposisi dengan cara memperhatikan gambar.
Guru juga meminta siswa untuk menggunakan unsur kebahasaan secara benar
dalam menulis teks tersebut. Untuk itu, guru meminta siswa mengerjakan Tugas
1, Tugas 2, dan Tugas 3.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa menyusun teks eksposisi berdasarkan gambar
“Kembang Sepatu dan Kupu-Kupu”. Guru memberikan beberapa pertanyaan
berikut untuk memancing gagasan siswa. Kemudian, guru meminta siswa
menyusun teks eksposisi berdasarkan langkah-langkah berikut.
1. Siswa harus memaparkan fakta pada gambar itu secara tertulis. Oleh karena
itu, siswa diminta menggunakan pertanyaan berikut sebagai stimulan.
a. Bagaimanakah gambar itu?
b. Mengapa kupu-kupu dapat hinggap di atas bunga?
c. Mengapa bunga sepatu itu begitu segar?
d. Mengapa kupu-kupu begitu indah?
e. Bagaimana proses terjadinya ulat menjadi kupu-kupu yang sangat indah?
2. Setelah tulisan itu dibuat siswa, guru meminta siswa memberi judul pada teks
eksposisi yang sudah ditulis. Judul harus singkat dan menarik.
Guru juga dapat menggunakan gambar lain untuk memperdalam pemahaman
siswa. Gambar dapat diperoleh dari buku, majalah, koran, atau internet.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk mengidentifikasi ide pokok. Pada tugas
ini guru meminta siswa untuk mengidentifikasi struktur teks eksposisi yang telah
dibuat dengan mengisi tabel yang sudah ditentukan.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa mengenali unsur kebahasaan. Pengenalan
itu juga dilakukan terhadap teks eksposisi tentang “Kembang Sepatu dan Kupu-
Kupu” yang dibuat. Unsur kebahasaan yang diidentifikasi adalah kata berimbuhan,
kelompok kata, kata baku dan tidak baku, kalimat, serta modalitas.
38 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
Subtema 2 Minat Baca Masyarakat dan Pemberantasan Buta Aksara
No. Membangun Konteks
1. Pada Subtema 2 dibahas teks eksposisi secara lebih mendalam. Teks yang
digunakan dalam pembelajaran ini berjudul “Peningkatan Minat Baca Masyarakat
dan Pemberantasan Buta Aksara”.
Pada Kegiatan 1 guru meminta siswa memahami teks eksposisi yang berjudul
“Peningkatan Minat Baca Masyarakat dan Pemberantasan Buta Aksara”. Untuk
itu, guru meminta siswa mengerjakan beberapa tugas.
2. Pada Tugas 1 guru mengajak siswa membangun konteks pembelajaran dengan
cara memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan. Berikut
ini pertanyaan tersebut.
1. Menurut kamu apakah fungsi membaca?
2. Mengapa kamu harus membaca?
3. Di manakah kamu membaca?
4. Buku apakah yang menjadi minat kamu?
5. Bagaimanakah cara orang tua kamu menumbuhkan minat baca?
No. Pemodelan Teks Eksposisi
1. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk membaca dan memahami teks yang
berjudul “Peningkatan Minat Baca Masyarakat dan Pemberantasan Buta Aksara”.
Untuk mengetahui pemahaman siswa, guru memberikan beberapa pertanyaan
rinci berikut yang berkaitan dengan teks.
1. Menurutmu bagaimanakah minat baca di Indonesia?
2. Mengapa buta aksara harus diberantas?
3. Mengapa pemerintah dan masyarakat berusaha meningkatkan minat
membaca?
4. Mengapa buku dikatakan jendela ilmu?
5. Menurutmu usaha apakah yang harus dilakukan untuk meningkatkan minat
baca?
6. Mengapa membaca dapat memperbaiki kehidupan?
7. Apakah inti yang terdapat pada paragraf pertama?
8. Pada paragraf ke berapa fakta-fakta dipaparkan?
9. Apakah inti pada paragraf ketiga?
10. Usaha meningkatkan minat membaca diuraikan pada paragraf ke berapa?
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 39
2. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk membaca keseluruhan teks secara
terperinci. Pada bagian ini, guru memberikan latihan untuk mengidentifikasi
struktur teks yang terdiri atas
1. tesis,
2. argumentasi, dan
3. penegasan kembali.
3. Pada Tugas 4 guru meminta siswa untuk mengidentifikasi unsur kebahasaan
yang dapat menjadikan sebuah paragraf utuh. Hal itu dapat dilakukan dengan
menggunakan, kata transisi, pengulangan, dan kata ganti.
No. Penyusunan Teks Eksposisi secara Berkelompok
1. Pada Kegiatan 2 guru meminta siswa bekerja secara berkelompok. Pada kegiatan
ini guru memberi siswa beberapa tugas.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa mencari ide pokok dan kalimat utama dalam
teks “Peningkatan Minat Baca Masyarakat dan Pemberantasan Buta Aksara”.
Kemudian, guru meminta siswa menuliskan kalimat utama dan ide pokok pada
tanda titik-titik yang sudah disediakan.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk mengemukakan pendapat yang
berkaitan dengan teks "Peningkatan Minat Baca Masyarakat dan Pemberantasan
Buta Aksara".
1. Setujukah kamu dengan pernyataan “Pada masa perkembangan teknologi
informasi ini, masyarakat makin banyak disuguhi informasi berbagai
media. Sarana ini harus dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan
pengetahuan?”
a. Kamu setuju karena .................................................................
b. Kamu tidak setuju karena .........................................................
2. Setujukah kamu dengan pernyataan “Pada saat ini banyak jenis hiburan,
permainan (game) dan tayangan televisi mengalihkan perhatian anak dan
orang dewasa dari buku?”
a. Kamu setuju karena .................................................................
b. Kamu tidak setuju karena .........................................................
3. Setujukah kamu bahwa “usaha peningkatkan minat baca dan pemberantasan
buta aksara ini perlu didukung terus sehingga taraf hidup masyarakat akan
meningkat?”
a. Kamu setuju karena .................................................................
b. Kamu tidak setuju karena .........................................................
40 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk memperhatikan sebuah gambar “Anak
Indonesia” berikut ini.
Gambar 4 Anak Indonesia
Sumber http://fandasoesilo.com/2011/07/24/asa-untuk-anak-indonesia
Kemudian, guru meminta siswa menjawab secara lisan pertanyaan berikut ini.
1. Apakah yang mereka lakukan?
2. Mengapa mereka melakukan hal itu?
3. Mengapa mereka mengangkat tangan?
4. Bagaimanakah perilaku mereka?
Setelah itu, guru meminta siswa untuk membuat karangan dalam bentuk eksposisi
dan jika sudah selesai, siswa diminta memberikan judul.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 41
No. Penyusunan Teks Eksposisi secara Mandiri
1. Pada Kegiatan 3 ini siswa diminta bekerja secara mandiri. Dalam kegiatan ini
terdapat beberapa tugas, yakni memaparkan fakta yang dilihat dalam gambar,
mencari teks ekposisi dalam koran, majalah atau buku, dan menulis teks eksposisi
secara mandiri.
2. Pada Tugas 1 guru melatih siswa untuk memaparkan fakta. Fakta itu diambil guru
dari sebuah gambar berjudul “Anak Indonesia Juga” berikut ini.
Gambar 5 Anak Indonesia Juga
Sumber http://www.adipanca.net/2010/07/anak-jalanan-penentu-masa
depan_3701.html
Untuk memperdalam pemahaman siswa, guru meminta siswa untuk menjawab
beberapa pertanyaan berikut ini.
1. Bagaimanakah menurutmu masa depan anak itu?
2. Mengapakah dia seperti itu?
3. Mengapa dia melakukan hal itu?
4. Bagaimanakah menurutmu nasib dia?
5. Bagaimanakah dia menghadapi masa depannya?
Setelah itu, guru meminta siswa untuk mengolah fakta-fakta yang ditemukan
menjadi teks eksposisi.
42 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk mempresentasi teks eksposisi yang
telah dibuat dalam bentuk lisan.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk membuat teks eksposisi dengan bahasa
Indonesia yang baik dan benar. Dalam penulisan teks tersebut, siswa harus
mengikuti dengan ketentuan berikut ini.
1. Tema tulisan adalah “Kebersihan Lingkungan”.
2. Karangan harus dalam bentuk tulisan eksposisi.
3. Jumlah kalimatnya adalah 12—15.
4. Untuk menulis karangan tersebut, siswa harus menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar serta aturan-aturan berikut ini.
a) Gunakan kalimat tunggal dan kalimat majemuk!
b) Gunakan konjungsi yang benar sesuai dengan kebutuhan, seperti kata
dan untuk penambahan, atau untuk pemilihan, tetapi untuk perlawanan!
c) Gunakan kata dan kelompok kata!
Hasil karangan ini dapat dipublikasikan dalam media di sekolah, seperti majalah
dinding atau dalam blog di dunia maya.
D. Pembelajaran Materi Bab IV Teknologi Tepat Guna
Subtema 1 Teknologi Tepat Guna dan Pemberdayaan
Ekonomi Masyarakat
No. Membangun Konteks
1. Pada bagian ini guru mengajak siswa untuk terlibat dalam pembelajaran dengan
membuka wawasan siswa dengan pernyataan bahwa siswa mengenali dan
memahami teks eksposisi yang berkaitan dengan teknologi dan pemberdayaan
ekonomi masyarakat.
Guru membangun konteks dengan berdiskusi tentang teknologi tepat guna dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga menerangkan pengertian
teknologi tepat guna.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 43
Guru juga mengajak siswa membangun konteks pembelajaran dengan cara
mengajak siswa terlibat dalam materi dengan menampilkan gambar tentang
teknologi tepat guna yang dapat memancing keterlibatan siswa.
Guru dapat menggunakan gambar yang terdapat dalam buku siswa seperti
berikut ini.
Gambar 6 Alat Pengupas Kulit Buah Kopi
Sumber http://grahamesin.com/wp-content/uploads/2010/10/
Guru dapat menggunakan gambar lain. Gambar dapat diperoleh dari media lain,
seperti buku pelajaran lain, koran, majalah, atau internet.
2. Pada Tugas 1 guru mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan
teks “Teknologi Tepat Guna dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat”. Kegiatan
itu bertujuan untuk membangun konteks tentang teknologi tepat guna. Berikut
ini adalah pertanyaan tersebut.
1. Apa yang kamu ketahui tentang teknologi tepat guna?
2. Apakah teknologi tepat guna dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan
ekonomi keluarga?
3. Bagaimana mengupayakan supaya teknologi tepat guna bermanfaat bagi
kehidupan?
4. Sebutkan jenis dan manfaat teknologi tepat guna!
5. Ceritakanlah pengalamanmu secara lisan ketika menggunakan alat yang
berhubungan dengan listrik!
44 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
No. Pemodelan Teks Eksposisi
1. Dalam Tugas 2 terdapat beberapa tugas. Guru meminta siswa untuk membaca
teks eksposisi yang berjudul “Teknologi Tepat Guna dan Pemberdayaan Ekonomi
Masyarakat”. Kemudian, guru meminta siswa mengenali struktur teksnya. Setelah
membaca dan memahami teks eksposisi guru mengajukan beberapa pertanyaan
berikut.
1. Program apa yang dapat memberdayakan ekonomi rumah tangga?
2. Gagasan apa yang disampaikan oleh penulis teks tentang teknologi tepat
guna?
3. Pada paragraf ke berapa penulis teks menyampaikan gagasan tersebut?
4. Apakah gagasan tersebut didukung oleh alasan-alasan yang kuat?
5. Tunjukkanlah paragraf tempat alasan-alasan tersebut disampaikan!
2. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk mengidentifikasi struktur teks eksposisi
yang terdiri atas
1. pernyataan (tesis),
2. argumentasi, dan
3. penegasan ulang pendapat.
Guru juga menanyakan pendapat dan alasan siswa tentang teks yang berisi
program kewirausahaan dalam rangka perluasan kesempatan kerja yang
dilakukan lewat terapan teknologi tepat guna (TTG ).
No. Penyusunan Teks Eksposisi secara Berkelompok
1. Pada Kegiatan 2 terdapat beberapa tugas. Guru menugasi siswa untuk menyusun
teks eksposisi secara berkelompok. Tiap kelompok diminta menyusun teks
eksposisi dan memperhatikan penggunaan kohesi leksikal atau kohesi gramatikal.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk membaca teks Subtema 1 sekali lagi.
Guru meminta siswa untuk menyusun kembali teks itu dengan mengatakan
pokok-pokoknya saja. Untuk mengerjakan itu, siswa diminta melengkapi kotakkotak
yang kosong pada diagram yang sudah disediakan.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 45
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk menyusun teks baru dengan isi yang
sama. Untuk memudahkan siswa, guru sudah memberi contoh struktur teks
eksposisi seperti berikut ini.
Teknologi Tepat Guna Bantu Peningkatan Kualitas Kehidupan
Teknologi tepat guna membantu manusia memudahkan dan meningkatkan
kualitas kehidupan di banyak bidang. Makin tinggi teknologi yang dikuasai, tentu
produktivitas meningkat. Argumentasi yang menyatakan pendapat itu adalah
sebagai berikut.
Pertama, ........................................................................................................
Kedua, ...........................................................................................................
Ketiga, ...........................................................................................................
Kempat, ........................................................................................................
Setelah teks dikerjakan secara utuh, guru meminta siswa untuk menceritakan di
depan kelas. Siswa-siswa yang lain diminta menanggapinya.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa membuat kelompok yang terdiri atas 3—5
orang untuk mengerjakan tugas-tugas kebahasaan. Tugas tersebut adalah
1. membuat frasa,
2. menyusun kalimat,
3. mengidentifikasi dan menemukan aspek, dan
4. mengidentifikasi dan menemukan modalitas dalam teks tersebut.
No. Penyusunan Teks Eksposisi secara Mandiri
1. Kegiatan 3 merupakan kegiatan mandiri. Guru menugasi siswa untuk berekspresi
dengan membuat teks eksposisi berdasarkan pemahaman dan pengalaman
masing-masing. Dalam Kegiatan 3 ini terdapat beberapa tugas. Untuk itu, guru
meminta siswa mengerjakan Tugas 1, Tugas 2, dan Tugas 3.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk mencari teks eksposisi yang berhubungan
dengan teknologi tepat guna di media massa cetak. Guru dapat memberi satu
contoh teks eksposisi di media massa cetak.
Guru juga meminta siswa untuk mengidentifikasi apakah teks itu merupakan
teks eksposisi atau bukan. Jika itu bukan teks eksposisi, siswa diminta untuk
memodifikasi sehingga teks itu menjadi teks eksposisi.
46 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk menyusun teks eksposisi dengan
tema “Teknologi Tepat Guna dan Pemberdayaan Ekonomi”. Guru menyarankan
agar siswa menyusun teks eksposisi berdasarkan pengalaman masing-masing.
Setelah itu, siswa diminta untuk menceritakan teks tersebut di depan kelas. Siswa
yang lain diminta untuk memberikan tanggapan atau masukkan terhadap teks
tersebut.
4. Pada Tugas 3 guru menguji kemampuan siswa tentang pemahaman aspek
kebahasaan yang berhubungan dengan teks eksposisi. Pada Tugas 3 ini guru
meminta siswa untuk mengerjakan tugas-tugas kebahasaan. Tugas tersebut
adalah
1. membuat frasa,
2. menyusun kalimat,
3. mengidentifikasi dan menemukan “aspek”, dan
4. mengidentifikasi dan menemukan modalitas dalam teks tersebut.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 47
Subtema 2 Mandiri Pangan dan Teknologi Tepat Guna
No. Membangun Konteks
1. Guru membangun konteks supaya siswa mengenali dan memahami kembali
teks eksposisi yang berhubungan dengan kemandirian pangan dan teknologi
tepat guna.
Guru menerangkan kepada siswa bahwa berbagai program untuk mendukung
ketahanan pangan telah banyak diluncurkan. Saat ini mulai dicanangkan lagi
pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketersediaan pangan dan gizi
di tingkat rumah tangga.
2. Guru juga mengajak siswa terlibat dengan materi dengan menampilkan gambar
tentang kemandirian pangan dan teknologi tepat guna untuk memancing
keterlibatan siswa.
Guru dapat mencari gambar tentang kemandirian pangan di media, seperti koran,
majalah, atau internet. Salah satu contoh gambar tentang kemandirian pangan
dari laman www.pasarpetani.com adalah sebagai berikut.
Gambar 7 Pemanfaatan Pekarangan
Sumber pasarpetani.com
48 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
No. Pemodelan Teks Eskposisi
1. Dalam Kegiatan 1 guru meminta siswa untuk membaca dan memahami teks
eksposisi beserta strukturnya. Untuk itu, guru meminta siswa mengerjakan Tugas
1, Tugas 2, dan Tugas 3.
2. Pada Tugas 1 guru mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan
teks “Mandiri Pangan dari Pekarangan dan Teknologi Tepat Guna” berikut ini.
1. Apa yang kamu ketahui tentang pekarangan?
2. Mengapa pekarangan perlu dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan?
3. Jenis tanaman apa saja yang dapat ditanam di pekarangan?
4. Bagaimana cara memanfaatkan pekarangan supaya bisa meningkatkan
kebutuhan pangan?
5. Apakah teknologi tepat guna bisa dimanfaatkan untuk mengelola
pekarangan?
Pertanyaan tersebut diajukan untuk mengetahui wawasan siswa tentang
kemandirian pangan.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk membaca dan memahami teks eksposisi
“Mandiri Pangan dari Pekarangan dan Teknologi Tepat Guna”. Pada bagian ini,
guru mengajukan pertanyaan berikut untuk mengetahui pemahaman siswa
terhadap teks tersebut.
1. Apa yang disampaikan oleh penulis teks tentang mandiri pangan dan
teknologi tepat guna?
2. Alasan apa saja yang menyebabkan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan kebutuhan pangan?
3. Pada paragraf ke berapa penulis teks menyampaikan gagasan pekarangan
dapat memberikan berbagai sumber bahan pokok makanan seperti
karbohidrat, sayur-mayur?
4. Apakah gagasan tersebut didukung oleh alasan-alasan yang kuat?
5. Tunjukkan paragraf-paragraf tempat alasan-alasan tersebut disampaikan.
Di samping itu, guru juga menanyakan kepada siswa letak pernyataan (tesis),
argumentasi, serta penegasan ulang pendapat.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 49
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk mengidentifikasi struktur teks eksposisi,
yaitu pernyataan (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Setelah
itu, siswa diminta membandingkan dengan bangun teks yang ada di dalam buku
pelajaran.
Guru menjelaskan konsep sebuah teks eksposisi dan bagian-bagiannya yang
terdiri atas pernyataan (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat.
Guru juga memberikan bagian-bagian teks eksposisi sesuai dengan teks “Mandiri
Pangan dari Pekarangan dan Teknologi Tepat Guna”.
Di samping itu, pada Tugas 3 ini guru meminta siswa menyatakan pendapat dan
alasan-alasan mereka tentang teknologi intensifikasi sederhana.
No. Penyusunan Teks Eksposisi secara Berkelompok
1. Pada Kegiatan 2 terdapat beberapa tugas, yakni menyusun teks eksposisi secara
berkelompok, menyusun teks lisan dan tulis, dan meminta siswa memperhatikan
penggunaan kohesi leksikal atau kohesi gramatikal. Untuk itu, guru perlu
menerangkan kembali pengertian kohesi leksikal dan kohesi gramatikal.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk membaca teks dan menyusun kembali
teks itu dengan menyampaikan pokok-pokoknya saja. Untuk mengerjakan
itu, guru meminta siswa melengkapi kotak-kotak kosong pada diagram yang
sudah disediakan. Guru menjelaskan bahwa kotak-kotak yang kosong itu berisi
argumentasi yang mendukung pendapat bahwa program kewirausahaan dalam
rangka perluasan kesempatan kerja yang dilakukan lewat penerapan teknologi
tepat guna (TTG ) dapat memberdayakan ekonomi rumah tangga.
50 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk menyusun teks baru dengan isi yang
sama. Untuk memudahkan siswa, guru memberi contoh struktur teks eksposisi.
Pada Tugas 2 ini guru juga menugasi siswa untuk melengkapi teks eksposisi yang
berjudul “Menumbuhkan Teknologi Tepat Guna pada Masyarakat”.
Menumbuhkan Teknologi Tepat Guna pada Masyarakat
Teknologi tepat guna akan terus berkembang secara bertahap pada masyarakat.
Teknologi ini akan diterima masyarakat karena tingkat kebutuhan serta kemampuan
mereka dalam kenaikan jenjang hidup. Di samping itu, teknologi tepat guna
memerlukan biaya murah dan dapat dilakukan oleh sebagian masyarakat.
Faktor lain yang menyebabkan teknologi tepat guna diperlukan masyarakat
adalah sebagai berikut.
Pertama,............................................................................................................
Kedua, ..............................................................................................................
Ketiga, ..............................................................................................................
Kempat,.............................................................................................................
Untuk mengasah kemampuan bahasa lisan dan kemampuan bicara siswa, guru
meminta siswa untuk memaparkan teks yang telah dibuat tersebut di depan kelas.
Siswa yang lain diminta untuk menanggapinya.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas-tugas kebahasaan,
yakni membuat frasa, membuat kalimat, dan menemukan serta identifikasi katakata
aspek dan modalitas dalam teks tersebut. Berdasarkan pertanyaan itu, guru
menerangkan kembali tentang frasa (kelompok kata), kalimat koordinatif dan
subordinatif, serta kata-kata aspek dan modalitas.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 51
No. Penyusunan Teks Eksposisi secara Mandiri
1. Kegiatan 3 merupakan kegiatan mandiri. Guru meminta siswa untuk
mengemukakan pendapat dengan membuat teks eksposisi berdasarkan
pemahaman dan pengalaman masing-masing. Kegiatan 3 ini juga dibagi ke dalam
beberapa tugas.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk mencari teks eksposisi yang berhubungan
dengan kemandirian pangan dan teknologi tepat guna. Siswa ditugasi untuk
mengidentifikasi teks tersebut. Jika bukan teks eksposisi, siswa diminta untuk
memodifikasi teks itu menjadi teks eksposisi.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk menyusun teks eksposisi dengan tema
kemandirian pangan dan teknologi tepat guna. Guru menyarankan kepada siswa
supaya menyusun teks eksposisi berdasarkan pengalaman masing-masing. Guru
juga memberi kebebasan kepada siswa untuk menentukan judul karangan.
Untuk mengasah kemampuan bahasa lisan dan kemampuan bicara siswa, guru
meminta siswa untuk memaparkan teks yang telah dibuat tersebut di depan kelas.
Siswa yang lain diminta untuk menanggapinya.
4. Pada Tugas 3 guru menguji kemampuan siswa tentang pemahaman aspek
kebahasaan yang berhubungan dengan teks eksposisi. Pada Tugas 3 ini guru
meminta siswa untuk mengerjakan tugas-tugas kebahasaan. Tugas tersebut
adalah
1. membuat frasa,
2. menyusun kalimat,
3. mengidentifikasi dan menemukan aspek, dan
4. mengidentifikasi dan menemukan modalitas dalam teks tersebut.
52 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
E. Pembelajaran Materi Bab V Peristiwa Alam
Subtema 1 Tsunami
No. Membangun Konteks
1. Guru menjelaskan tema dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam materi
Bab V. Pada materi ini, teks yang dipelajari berbentuk teks eksplanasi. Dalam
bab ini, guru mengajak siswa untuk belajar dari alam.
2. Untuk menarik siswa terlibat dalam pembelajaran, guru membuka wawasan siswa
dengan mengajak siswa bernyanyi lagu yang berkaitan dengan alam karya A.T.
Mahmud.
Pertama guru mencontohkan cara menyanyikannnya.
PEMANDANGAN
Memandang alam dari atas bukit
sejauh pandang kulepaskan
sungai tampak berliku sawah hijau terbentang
bagai permadani di kaki langit
gunung menjulang berpayung awan
oh indah pemandangan
Lirik lagu A.T. Mahmud
(Guru dapat bertanya kepada guru kesenian bagaimana cara menyanyikannya.)
Setelah itu, guru membuka wawasan siswa dengan mengajukan beberapa
pertanyaan yang berhubungan dengan isi lagu tersebut dan materi Bab V, yakni
tsunami. Tsunami merupakan peristiwa alam yang pernah terjadi di Indonesia.
Oleh sebab itu, pengetahuan tentang kejadian alam ini perlu diketahui siswa.
3.
Gambar 8 Erosi
Sumber http://www.vtwaterquality.org/rivers/htm/rv
floodhazard.htm
Guru mengajak siswa membangun konteks pembelajaran dengan cara
menampilkan sebuah gambar tentang peristiwa alam.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 53
No. Pemodelan Teks Eksplanasi
1. Pada Kegiatan 1 guru menjelaskan materi bab tentang teks eksplanasi.
Kemudian, guru meminta siswa mengerjakan beberapa tugas.
2. Pada Tugas 1 guru memberikan beberapa pertanyaan umum tentang peristiwa
alam, termasuk tsunami.
1. Pernahkah kamu mendengar tentang peristiwa alam?
2. Dapatkan kamu sebut beberapa contoh peristiwa alam?
3. Apakah tsunami itu peristiwa alam?
4. Mengapakah tsunami terjadi?
5. Bagaimanakah tsunami terjadi?
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa membaca, memahami teks “Tsunami”, dan
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terperinci berkaitan dengan isi teks.
Pertanyaan tersebut sebagai berikut.
1. Apakah makna kata tsunami secara etimologis?
2. Apakah yang dimaksud dengan peristiwa alam tsunami?
3. Apakah yang terjadi ketika gelombang yang disebabkan oleh tsunami itu
menghantam pantai?
4. Dapatkah kamu menambahkan ciri-ciri terjadinya tsunami?
5. Berapakah tinggi dan kecepatan gelombang ketika tsunami terjadi?
6. Mengapa tsunami dikatakan sebagai peristiwa alam?
7. Dapatkah kamu menyebutkan kerugian yang diderita manusia akibat
tsunami terjadi?
8. Pada paragraf ke berapa ditemukan informasi singkat tentang tsunami?
9. Pada paragraf ke berapa ditemukan penjelasan proses tsunami?
10. Pada paragraf ke berapa ditemukan informasi tentang akibat yang
ditanggung manusia ketika tsunami datang?
4. Pada Tugas 3 guru memperlihatkan struktur teks eksplanasi yang terdiri atas
1. pernyataan umum,
2. deretan penjelasan, dan
3. interpretasi.
Setelah itu, guru meminta siswa mengenali kalimat-kalimat yang terdapat di
dalam bagian-bagian struktur teks “Tsunami”. Untuk pemahaman teks dan
struktur teks eksplanasi, guru juga mengajukan beberapa pertanyaan yang
harus dijawab siswa.
Di samping itu, pada tugas ini guru juga meminta siswa untuk menentukan ide
pokok dan memberi alasan jika siswa setuju atau tidak setuju dengan pendapat
penulis pada setiap bagian teks.
54 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
No. Penyusunan Teks Eksplanasi secara Berkelompok
1. Pada Kegiatan 2 guru meminta siswa menyusun teks eksplanasi secara
berkelompok. Siswa diharapkan dapat menyusun teks ekspalansi yang
susunannya diacak. Kemudian, siswa diminta mencermati dan memahami aspek
kebahasaan yang ada di dalam teks tersebut. Untuk itu, guru meminta siswa
mengerjakan beberapa tugas.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa menyusun teks eksplanasi dengan kata-kata
sendiri. Kemudian, guru meminta siswa untuk menyusun deretan penjelas teks
“Tsunami” sesuai dengan struktur teks eksplanasi. Guru meminta siswa untuk
membuat teks eksplanasi dengan melengkapi teks berikut ini.
Tsunami: Peristiwa Alam Yang Harus Diwaspadai
(Judul, siswa yang menentukan)
Salah satu peristiwa alam yang sangat dahsyat adalah tsunami. Tsunami
merupakan serangkaian gelombang yang terbentuk karena gempa atau letusan
gunung berapi di bawah laut. Berikut ini dikemukakan proses terjadinya tsunami.
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
.................................................................................................
Berdasarkan proses terjadinya tsunami, kita seharusnya dapat belajar dengan
memperkirakan kapan terjadi tsunami tersebut. Perkiraan itu dapat diketahui
melalui ciri-cirinya.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk memahami unsur kebahasaan yang
ada di dalam teks eksplanasi “Tsunami”. Unsur kebahasaan yang dibahas dalam
tugas ini adalah penggunaan konjungsi, yakni dan, saat, karena, tetapi, sehingga,
karena, dan selain itu.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 55
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa menyusun teks eksplanasi yang urut dan logis
tentang banjir. Selain itu, guru juga meminta siswa menemukan ide pokok dan
struktur yang ada di dalam teks yang sudah dikerjakan.
Untuk menambah pemahaman siswa mengenai unsur kebahasaan, guru meminta
siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Apakah banjir itu?
2. Termasuk peristiwa atau bencana apakah banjir itu?
3. Apakah penyebab terjadinya banjir?
4. Dapatkah banjir dikelola dan dihindari?
5. Apa akibat banjir bagi kita?
Setelah siswa menjawab pertanyaan tersebut, siswa menyusun kembali
jawabannya sehingga menjadi teks eksplanasi yang urut dan logis tentang banjir.
Siswa harus menerapkan unsur kebahasaan yang menjadi ciri teks eksplanasi,
seperti konjungsi, kata kerja, dan kalimat simpleks yang sudah dibahas. Guru
meminta siswa menerapkan penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang benar,
seperti ejaan dan tanda baca, agar teks yang disusun mudah dipahami.
Untuk melatih bahasa lisan siswa, guru meminta siswa untuk menyebutkan ide
pokok yang terdapat pada bagian-bagian struktur teks.
Setelah itu, guru meminta siswa untuk menyusun teks eksplanasi tentang banjir
dengan kata-kata sendiri dan menerapkan unsur-unsur kebahasaan yang sudah
dipelajari sebelumnya.
Untuk melatih kemahiran berbahasa lisan, guru meminta siswa untuk menceritakan
hasil tulisan bersama tersebut kepada teman yang berada pada kelompok lain.
Setelah itu, guru meminta salah satu siswa maju ke depan kelas untuk menceritakan
teks yang telah dibuat.
Setelah siswa memahami struktur teks dan penggunaan unsur bahasa dalam teks
eksplanasi tersebut, guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas berikut.
1. Guru meminta siswa untuk mencari teks eksplanasi tentang peristiwa alam di
media cetak seperti koran atau majalah.
2. Kemudian, guru meminta siswa untuk mengidentifikasi apakah teks yang
ditemukan itu betul-betul merupakan teks eksplanasi. Seandainya teks yang
ditemukan itu bukan teks eksplanasi, guru dapat meminta siswa memodifikasi
teks tersebut agar menjadi teks eksplanasi yang baik dan logis.
56 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
5. Pada Tugas 4 ini siswa diminta membaca teks yang berkaitan dengan sastra. Teks
yang dipakai berjudul “Laskar Pelangi: Novel Bernuansa Alam”. Untuk memahami
isinya, guru meminta siswa mengerjakan beberapa tugas secara berkelompok.
Pertanyaan yang diajukan guru setelah membaca teks tersebut adalah sebagai
berikut.
1. Mengapa novel Laskar Pelangi dikatakan sebagai novel remaja yang
fenomenal?
2. Siapakah pengarang novel ini dan sebutkan novel-novel lain yang menjadi
karyanya?
3. Untuk memahami novelnya, kamu ditugasi membaca salah satu judul novel
yang disebut di dalam teks (Sang Pemimpi, Endensor, dan Maryamah
Karpov) atau novel lain dalam sastra Indonesia. Setelah selesai membaca,
siswa melaporkan hasil bacaannya.
No. Penyusunan Teks Eksplanasi secara Mandiri
1. Kegiatan 3 ini berisi tentang pembuatan teks secara mandiri. Pada bagian ini,
siswa diminta menyusun teks eksplanasi sebanyak 12—15 kalimat. Untuk itu,
guru meminta siswa mengerjakan Tugas 1, Tugas 2, dan Tugas 3 berikut!
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa mengamati peristiwa alam yang terjadi. Kemudian,
guru meminta siswa untuk menyusun struktur teks eksplanasi sesuai dengan tema
yang dipilih atau disarankan guru tentang peristiwa alam.
3. Pada Tugas 2 guru juga meminta siswa untuk mewawancarai guru atau tokoh
masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Sebelum itu, guru meminta siswa menyusun
beberapa pertanyaan berkaitan dengan peristiwa alam.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 57
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa membaca puisi karya St. Takdir
Alisjahbana berikut ini.
Dalam Gelombang
Alun bergulung naik meninggi,
Turun melembah jauh ke bawah,
Lidah ombak menyerak buih,
Surut kembali di air gemuruh.
Kami mengalun di samud'ra-Mu,
Bersorak gembira tinggi membukit,
Sedih mengaduh jatuh ke bawah,
Silih berganti tiada berhenti.
Di dalam suka di dalam duka,
Waktu bah'gia waktu merana,
Masa tertawa masa kecewa,
Karni berbuai dalam nafasmu,
Tiada kuasa tiada berdaya,
Turun naik dalam 'rama-Mu.
St. Takdir Alisjahbana (1984:4)
Kemudian, guru meminta siswa menjawab pertanyaan berikut.
1. Siapakah pencipta puisi “Dalam Gelombang” itu?
2. Apa yang digambarkan dalam puisi itu?
3. Siapa yang dimaksud dengan kata Mu dalam kami mengalun di samudra’Mu?
4. Temukan kata-kata yang berlawanan maknanya di dalam puisi itu!
5. Ceritakanlah gambaran alam yang disampaikan pengarang di dalam puisi
tersebut!
58 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
Subtema 2 Gempa Bumi
No. Membangun Konteks
1. Pada subtema ini guru masih menjelaskan teks eksplanasi. Teks yang digunakan
berjudul “Gempa Bumi”. Guru juga menjelaskan latar belakang peristiwa alam
gempa bumi kepada siswa.
2. Untuk membangun konteks, guru memperlihatkan gambar peristiwa gempa bumi
yang dapat diperoleh dari buku bab lain, koran, majalah, atau internet. Berikut ini
salah satu contoh gambar laman internet thekidsnews.com.
Gambar 9 Akibat Gempa Bumi
Sumber thekidsnews.com
Agar siswa terlibat dalam pembelajaran ini, guru menanyakan beberapa pertanyaan
umum sekitar peristiwa alam atau gempa bumi. Pertanyaan guru masih bersifat
umum dan jawaban siswa tidak harus sama.
No. Pemodelan Teks Eksplanasi
1. Pada Kegiatan 1 ini siswa akan lebih mengenal dan memahami teks eksplanasi.
Teks eksplanasi yang menjadi model pada kegiatan ini berjudul “Gempa Bumi”..
Untuk itu, guru meminta siswa mengerjakan beberapa tugas.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan secara umum
tentang gempa bumi berikut ini.
1. Apakah kamu pernah merasakan gempa bumi?
2. Bagaimanakah perasaan kamu?
3. Apakah yang kamu rasakan ketika gempa bumi terjadi?
4. Apakah yang harus kamu lakukan ketika gempa bumi terjadi?
5. Bagaimanakah gempa bumi terjadi?
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 59
3. Pada Tugas 2 guru menampilkan contoh teks eksplanasi yang berjudul “Gempa
Bumi” dan meminta siswa untuk membaca teks tersebut. Kemudian, guru
meminta siswa menjawab pertanyaan secara terperinci berkaitan dengan teks
eksplanasi “Gempa Bumi” berikut ini.
1. Menurutmu, apakah yang dimaksud dengan gempa bumi?
2. Daerah yang bagaimanakah yang sering dilanda gempa bumi?
3. Dapatkah kamu jelaskan mengapa gempa bumi terjadi?
4. Apakah akibat yang ditimbulkan oleh gempa bumi?
5. Apakah perbedaan antara gempa tektonik dan vulkanik?
6. Mengapa gempa bumi dapat menimbulkan tsunami?
7. Pada paragraf ke berapa definisi gempa bumi disampaikan penulis?
8. Pada paragraf ke berapa penulis teks menyampaikan gagasan tentang
proses terjadinya gempa bumi?
9. Apakah gagasan tersebut didukung oleh alasan yang kuat?
10. Apakah yang disampaikan penulis pada paragraf terakhir?
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk membandingkan antara struktur teks
pada Subtema 1 tentang tsunami dan Subtema 2 tentang gempa bumi.
Selain itu, guru juga meminta pendapat siswa tentang ide pokok yang sudah
ditentukan pada tabel struktur teks “Gempa Bumi”
No. Penyusunan Teks Eksplanasi secara Berkelompok
1. Pada Kegiatan 2 guru meminta siswa membangun teks secara bersama atau
berkelompok. Untuk itu, guru meminta siswa mengerjakan beberapa tugas
berupa penyusunan teks eksplanasi dan pemahaman unsur kebahasaannya.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk membaca kembali teks “Gempa Bumi”,
lalu menemukan gagasan atau ide pokok sesuai dengan struktur teks. Siswa
diminta mengisi tabel yang sudah disediakan. Setelah itu, guru meminta siswa
menjelaskan penyebab dan akibat terjadinya gempa bumi dengan mengisi tabel
tugas.
Tabel yang sudah diisi tersebut dapat digunakan siswa untuk melengkapi teks
berikut.
Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
Gempa bumi sering melanda Indonesia, terutama di daerah yang berada
dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.
Berikut ini dijelaskan penyebab terjadinya gempa bumi.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebagai negara yang rawan dilanda gempa bumi, kita harus mengantisipasi
kapan gempa bumi itu terjadi.
60 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa memahami unsur kebahasaan yang ada di
dalam teks eksplanasi tentang gempa bumi, seperti
1. kohesi,
2. konjungsi,
3. modalitas, dan
4. kalimat simpleks satu kalimat sederhana.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa menyusun potongan teks “Pelangi” yang
susunannya diacak. Kemudian, guru meminta siswa menjawab beberapa
pertanyaan sehubungan dengan isi teks eksplanasi tentang teks pelangi berikut
ini.
1. Apakah pelangi itu?
2. Termasuk pengaruh peristiwa alam apakah pelangi itu?
3. Apakah penyebab terjadinya pelangi?
4. Bagaimanakah pelangi terjadi?.
5. Dapatkah pelangi dilihat dengan mata biasa?
Setelah menjawab pertanyaan tersebut, guru meminta siswa untuk
menghubungkan jawaban tersebut dengan jawaban tugas butir 1 sehingga
susunannya menjadi teks eksplanasi yang urut dan logis.
Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dengan teman kelompoknya mengenai
ide pokok atau gagasan yang ada di dalam teks yang sudah dikerjakan sesuai
dengan struktur teks eksplanasi. Kemudian, guru meminta siswa mengisi bagan
yang sudah disediakan sesuai hasil diskusi.
Guru meminta siswa untuk menyebutkan unsur kebahasaan, seperti konjungsi,
yang ada di dalamnya. Kemudian, guru meminta siswa untuk mendiskusikan
jawaban tersebut dengan teman. Setelah itu, siswa diminta untuk menulis unsur
kebahasaan apa saja yang ada di dalam teks tersebut.
Guru meminta siswa untuk membaca kembali teks “Pelangi” yang sudah
disusun. Kemudian, guru meminta siswa untuk menyusun kembali teks
tersebut ke dalam bentuk teks eksplanasi yang singkat dan sederhana
dengan menggunakan kata-kata dan kalimat sendiri. Setelah itu, guru
meminta siswa untuk membandingkan hasil kerja kelompoknya dengan hasil
kerja kelompok lain.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 61
No. Penyusunan Teks Eksplanansi secara Mandiri
1. Pada Kegiatan 3 guru meminta siswa membangun teks eksplanasi secara
mandiri. Untuk itu, guru meminta siswa mengerjakan Tugas 1 dan Tugas 2.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk membuat teks eksplanasi secara
mandiri. Untuk itu, siswa menjawab beberapa pertanyaan sesuai dengan
urutan yang sudah ditentukan. Selain itu, guru juga meminta siswa menerapkan
penggunaan unsur kebahasaan yang telah dipelajari di dalam teks eksplanasi
yang akan disusun. Guru juga meminta siswa untuk menceritakan hasil tugas
mandiri tersebut di depan kelas.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk merefleksikan pembelajaran tentang
teks eksplanasi dengan mewawancarai orang tua atau tokoh masyarakat
yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Sebelum itu, guru meminta siswa untuk
menyusun beberapa pertanyaan tentang peristiwa alam yang akan ditanyakan
pada orang tersebut. Pada akhirnya, guru meminta siswa menyusun hasil
wawancara itu dalam bentuk teks eksplanasi yang urut dan logis.
F. Pembelajaran Materi Bab VI Cerita Pendek Indonesia
Subtema 1 Cerita Pendek “Kupu-Kupu Ibu”
No. Membangun Konteks
1.
Sebelum pembelajaran dimulai, guru menjelaskan tema dan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai dalam materi Bab VI
2. Untuk membangun konteks tentang cerita pendek Indonesia, guru menjelaskan
sejarah singkat tentang cerpen. Di samping itu, guru juga mengajak siswa
membangun konteks pembelajaran dengan cara menampilkan atau membacakan
sebuah cerpen.
62 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
No. Pemodelan Teks Cerita Pendek Indonesia
1. Pada Kegiatan 1 ini guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan yang
berkaitan dengan teks dan memahami struktur teks cerpen "Kupu-Kupu Ibu".
Untuk itu, guru meminta siswa mengerjakan Tugas 1, Tugas 2, dan Tugas 3.
2. Pada Tugas 1 guru membangun teks tentang cerpen Indonesia dengan
mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini.
1. Pernahkah kamu membaca cerita pendek?
2. Dapatkah kamu mengatakan apa itu cerita pendek?
3. Apa sajakah yang kamu ketahui di dalam cerita pendek?
4. Bagaimanakah pengalamanmu ketika membaca cerita pendek?
5. Apakah kamu pernah mendengar cerita pendek ini dibacakan oleh orang
tuamu?
6. Apakah yang kamu dapatkan setelah membaca cerita pendek?
Guru juga meminta siswa untuk menjawab pertanyaan terkait cerpen “Kupu-Kupu
Ibu”. Kemudian, guru meminta siswa untuk membaca cerpen itu di depan kelas.
3. Pada Tugas 2 ini guru meminta siswa mengenal dan memahami bentuk teks
cerpen, susunan teks, paragraf dalam teks, kosakata, dan konjungsi yang
digunakan dalam teks “Kupu-Kupu Ibu”. Selain itu, guru juga mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan isi teks tersebut.
4.
Pada Tugas 3 guru meminta siswa memahami struktur teks cerpen dan unsur
kebahasaan dalam cerpen “Kupu-Kupu Ibu”.
No. Penyusunan Teks Cerita Pendek secara Berkelompok
1. Pada Kegiatan 2 ini guru meminta siswa untuk memahami teks cerpen secara
berkelompok. Tiap kelompok terdiri atas 3—5 orang.
Teks cerita pendek lain, selain teks model “Kupu-Kupu Ibu”, yang digunakan
untuk model pembelajaran ini adalah “Bawang Merah Bawang Putih”.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa melengkapi teks cerita pendek “Bawang
Merah dan Bawang Putih” berdasarkan struktur teks cerita pendek yang telah
dipelajari sebelumnya.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 63
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk menyusun teks cerita pendek dengan
mengajukan beberapa pertanyaan. Selain itu, guru juga meminta siswa
menemukan teks lain yang sejenis dengan teks cerita pendek.
4 Pada Tugas 3 guru meminta siswa memahami unsur kebahasaan dan kesastraan
dalam teks cerita pendek “Kisah Seekor Keledai”.
No. Penyusunan Teks Cerita Pendek secara Mandiri
1. Pada Kegiatan 3 guru meminta siswa untuk menulis teks cerpen secara mandiri.
Untuk itu, guru meminta siswa mengerjakan beberapa tugas.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk mencermati dan mengidentifikasi
struktur teks cerita pendek “Bayangan Diri”
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk mencari dan meminta siswa menyusun
teks cerita pendek dengan kata-kata sendiri. Selanjutnya, guru meminta siswa
untuk membuat pokok pikiran tentang teks yang akan disusun.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa mengerjakan unsur-unsur kebahasaan yang
berhubungan dengan kalimat tunggal (simpleks), kalimat majemuk (kompleks),
dan makna kata.
Subtema 2 Wisata Sejarah: Cerita Pendek Candi Prambanan
No. Membangun Konteks
1. Pada Kegiatan 1 guru meminta siswa mengerjakan tugas yang berkaitan dengan
Subtema 2. Siswa diminta mengerjakan Tugas 1, Tugas 2, dan Tugas 3.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk menjawab beberapa pertanyaan umum
seperti berikut.
a. Pernahkah kamu mengunjungi candi di Indonesia?
b. Dapatkah kamu menyebutkan apa saja yang dapat dilihat di candi itu?
c. Apakah yang menarik dari sebuah candi?
d. Apakah kamu pernah mendengar cerita tentang candi di suatu daerah wisata
yang pernah kamu kunjungi?
e. Apakah kamu tahu cerita yang melatari sebuah candi?
Pertanyaan tersebut bertujuan untuk membangun konteks.
64 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
No. Pemodelan Teks Cerita Pendek Indonesia
1. Pada Tugas 2 guru meminta siswa membaca teks cerita pendek “Candi
Prambanan”.
Setelah itu, guru mengajukan pertanyaan tentang isi teks tersebut.
1. Siapakah tokoh yang menjadi sumber dalam cerita itu?
2. Kapan dan di manakah cerita itu berlangsung?
3. Kapankah cerita itu berlangsung?
4. Peristiwa apakah yang terjadi dalam cerita itu?
5. Apakah yang kau ketahui tentang tokoh dalam cerita itu?
6. Dapatkah kamu menyebutkan tokoh dalam cerita tersebut?
7. Bagaimanakah akhir cerita itu?
8. Pada paragraf ke berapa penulis teks menceritakan bagian orientasi?
9. Pada paragraf ke berapa penulis teks menceritakan bagian komplikasi?
10. Pada paragraf ke berapa penulis teks menceritakan bagian resolusi?
Di samping itu, guru juga meminta siswa untuk menceritakan kembali teks
tersebut di depan kelas.
2. Pada Tugas 3 guru meminta siswa menyusun struktur teks cerita pendek tentang
Candi Prambanan berdasarkan pembelajaran struktur teks cerita pendek pada
Subtema 1.
No. Penyusunan Teks Cerita Pendek secara Berkelompok
1. Pada Kegiatan 2 guru meminta siswa menyusun teks cerita pendek secara
bersama atau berkelompok. Untuk itu, siswa diminta mengerjakan Tugas 1,
Tugas 2, dan Tugas 3.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa melengkapi struktur teks cerita pendek
berdasarkan kotak yang telah disediakan.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk menyusun cerita teks cerita pendek
12—15 halaman sesuai dengan struktur teks cerita pendek berdasarkan isian
pada Tugas 1. Guru juga meminta siswa menerapkan unsur kebahasaan yang
telah dipelajari.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk mengenali unsur kebahasaan yang
ada di dalam teks.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 65
No. Penyusunan Teks Cerita Pendek secara Mandiri
1. Pada Kegiatan 3 guru meminta siswa untuk mengemukakan pendapat dengan
membuat teks cerita pendek secara mandiri berdasarkan pengalaman masingmasing.
Teks tersebut terdiri atas 12—15 kalimat.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa mendeskripsi gambar berikut dalam 12—15
kalimat.
Gambar 11 Ondel-Ondel
Sumber http://lembagakebudayaanbetawi.com/wp-content/
uploads/2010/11/DSCN56701.jpgg
Kemudian, guru lalu meminta siswa untuk membacakan hasil deskripsi tersebut
di depan kelas. Guru meminta siswa untuk menuliskan ide-ide pokok yang akan
dikembangkan ke paragraf orientasi, komplikasi, dan resolusi
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa menyusun teks cerita pendek secara mandiri.
Guru menyarankan tema tentang pariwisata dan cerita legenda.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa mengerjakan soal-soal kebahasaan tentang
kalimat simpleks dan kalimat kompleks.
66 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
G. Pembelajaran Materi Bab VII Pengenalan, Pencermatan,
dan Pemahaman Berbagai Jenis Teks
Subtema 1 Pengolahan Sampah
No. Membangun Konteks
1. Guru mencoba membangun konteks dengan menerangkan berbagai jenis teks.
Selain ditentukan oleh tujuan dan fungsinya, struktur teks dan bentuk bahasa
sebuah teks juga ditentukan oleh latar belakang budaya yang mencerminkan cara
berpikir. Untuk itu, siswa mendiskusikan dengan teman tentang struktur tiap teks,
aspek kebahasaan, dan latar belakang budaya yang membangun teks tersebut.
Pada Bab VII ini guru meminta siswa untuk dapat menggunakan berbagai
jenis teks dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Siswa diharapkan dapat
menyampaikan satu tema dengan jenis-jenis teks yang berbeda-beda secara
berganti-ganti. Di samping itu, siswa juga diharapkan mampu menulis berbagai
jenis teks dengan tema yang sama.
No. Pemodelan Teks
1. Pada Kegiatan 1 ini guru mengajak siswa untuk menyusun struktur teks yang
berbeda dengan tema yang sama. Tema yang akan diangkat adalah tema yang
berkembang dalam kehidupan sehari-hari sehingga konteks yang ada dapat
dipahami dengan mudah. Tema tersebut adalah “Teknologi Proses Sampah”.
Teknologi Proses Sampah
Dengan teknologi yang tepat, sampah yang tadinya sebagai barang
buangan, kotor, berbau, menimbulkan penyakit, dan mencemari lingkungan
dapat menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi
tinggi. Sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang
(recycling), sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan industri pengolah
kompos menjadi pupuk organik dan juga dapat diolah menjadi industri energi/
industri bahan bangunan.
Sampah yang telah ditimbun pada tempat pembuangan akhir (TPA)
dapat mengalami proses lanjutan. Teknologi yang digunakan dalam proses
lanjutan yang umum adalah (1) teknologi pembakaran (incinerator), (2) teknologi
pengomposan (composting), (3) teknologi penimbunan tanah (land fill), dan (4)
teknologi daur ulang (recycling).
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 67
Sampah yang telah ditimbun pada tempat pembuangan akhir (TPA)
dapat mengalami proses lanjutan. Teknologi yang digunakan dalam proses
lanjutan yang umum adalah (1) teknologi pembakaran (incinerator), (2) teknologi
pengomposan (composting), (3) teknologi penimbunan tanah (land fill), dan (4)
teknologi daur ulang (recycling).
Teknologi pembakaran (incinerator) menghasilkan produk samping
berupa logam bekas (skrap) dan uap yang dapat dikonservasikan menjadi
energi listrik. Teknologi pengomposan (composting) menghasilkan pupuk kompos
yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Teknologi penimbunan tanah (land fill)
dimanfaatkan untuk menimbun tanah rendah.. Teknologi daur ulang (recycling)
dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah menjadi barang jadi yang bisa
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Sampah dipungut dan dikumpulkan,
misalnya, kertas, kardus, pecahan kaca, botol bekas, logam-logam, plastik dan
sebagainya. Barang-barang bekas ini bisa dikirim ke pabrik yang melakukan daur
ulang, sehingga barang bekas tadi bisa diolah menjadi bahan baku, yang dapat
menghasilkan produk daur ulang seperti karton, kardus pembungkus, alat-alat
dan perangkat rumah tangga dari plastik dan kaca.
Persoalannya adalah sebagian besar masyarakat belum menyadari
pentingnya teknologi pengolahan sampah. Sekarang bergantung pada
masyarakat apakah menjadikan sampah sebagai bahan yang kotor, berbau,
menjijikkan, atau menjadikan sampah sebagai bahan yang bermanfaat bagi
kehidupan.
Diolah dari sumber “Teknologi Tepat Guna dari Sampah”, http://www.alpensteel.com/
article/56-110-energi-sampah--pltsa/2583--teknologi-tepat-guna-dari-sampah.html
2. Tugas 1 guru membangun konteks dengan mengajukan beberapa pertanyaan
umum untuk menggali pengetahuan siswa tentang tema pengolahan sampah
berikut ini.
1. Apa yang kamu ketahui tentang sampah?
2. Apakah pengendalian dan pengelolaan sampah dapat memanfaatkan
teknologi?
3. Bagaimana cara mengolah sampah supaya bermanfaat bagi kehidupan?
4. Sebutkan jenis-jenis sampah.
5. Mengapa sampah perlu dikelola?
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa menjawab pertanyaan yang terkait dengan
teks “Teknologi Proses Sampah” berikut ini.
1. Menurut kamu, apa manfaat sampah?
2. Apa yang dimaksud dengan teknologi proses sampah?
3. Pada paragraf ke berapa ditemukan infomasi singkat teknologi proses
sampah?
4. Pada paragraf ke berapa ditemukan penjelasan proses terjadinya
pengelolan sampah?
68 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
4. Pada Tugas 3 guru mengajak siswa untuk memahami isi teks dan struktur teks
yang sudah dipelajari dengan menjawab pertanyaan berikut.
1. Dapatkah kamu menyusun struktur teks di atas?
2. Kamu analisis struktur teks tersebut berdasarkan struktur teks yang kamu
pahami.
3. Bandingkan jawabanmu dengan jawaban temanmu!
Kemudian, guru meminta siswa untuk mengubah teks eksplanasi “Teknologi
Proses Sampah” menjadi teks laporan hasil observasi atau eksposisi.
No. Pengubahan Jenis Teks
1. Pada Kegiatan 2 guru meminta siswa untuk mengubah berbagai jenis teks. Pada
kegiatan ini terdapat Tugas 1 dan Tugas 2.
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa untuk mengubah teks eksplanasi “Teknologi
Proses Sampah” menjadi teks laporan hasil observasi.
3. Pada Tugas 2 siswa untuk mengubah teks eksplanasi “Teknologi Proses Sampah”
menjadi teks eksposisi.
No. Pengubahan Berbagai Jenis Teks secara Berkelompok
1. Pada Kegiatan 3 guru meminta siswa mengubah teks secara bersama atau
berkelompok. Tiap kelompok terdiri atas 3—5 siswa. Pada kegiatan ini ditampilkan
teks “Sisi Negatif dan Positif Ponsel” berikut ini.
Sisi Negatif dan Positif Ponsel
Kemajuan akan bidang komunikasi serta ponsel mendorong manusia untuk
selalu berinteraksi serta berkomunikasi antara satu dengan sesama tanpa harus
dibatasi oleh jarak dan waktu. Banyaknya kemudahan yang dapat dirasakan
manusia mencangkup berbagai macam hal. Kini kemudahan itu telah merambah
dari berbagai aspek kehidupan mulai dari pendidikan sampai dunia bisnis.
Pada awalnya berkembangnya teknologi ponsel hanya berfungsi sebagai faktor
pendukung pemenuhan kebutuhan serta keinginan manusia. Manusia bisa
lebih mudah melakukan segala upaya untuk memperlancar segala urusan dan
aktivitasnya. Namun, kita juga harus mengetahui bahwa dari berbagai macam
aspek positif yang dihasilkan dari perkembangan teknologi ponsel murah terdapat
pula aspek negatif yang muncul akibat dari hal tersebut.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 69
Ponsel murah merupakan salah satu dari hasil perkembangan teknologi saat ini.
Dengan berbagai macam kecanggihan serta fasilitas yang ada didalamnya, membuat
ponsel dijadikan sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi
guna memperlancar adanya komunikasi. Dengan majunya kecanggihan teknologi
saat ini, kegunaan ponsel tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi biasa, tetapi
disini para penggunanya dapat mengakses internet, SMS, mendengarkan musik,
berfoto, melihat televisi, mengirim data dan lain-lain. Tentu akan lebih banyak lagi
pengaruh positif keberadaan alat tersebut yang tanpa kita sadari telah mempermudah
segala aktivitas serta kegiatan kita sehari hari, tetapi sadarkah pula bahwa dari
dampak positif yang kita rasakan, dampak negatif juga telah mengintai kita.
Lalu apakah dampak negatif dari pemakaian sebuah ponsel murah sendiri? Kita
mungkin jarang bahkan tidak mau tahu apa saja efek negatif yang nantinya kita terima
nantinya. Namun, sebagai manusia tentunya kita perlu tahu apa saja yang nantinya
akan berimbas di diri kita. Ponsel merupakan salah satu alat komunikasi yang bisa
memancarkan suatu sinar radiasi, sinar ini dipercaya dapat menimbulkan penyakit
kanker apabila terlalu banyak terkena tubuh kita. Apakah selama ini kita menyadai
bahwa sinar tersebut terus menerus mengenai tubuh kita ketika kita menelpon serta
melakukan suatu percakapan melalui ponsel. Sinar tersebut masuk melalui telinga
dan sekaligus secara berkala akan mengganggu cara kerja otak kita.
Diolah dari sumber http://toyota.add-news.com/sisi-negatif-dan-positif-dari-ponsel/
2. Pada Tugas 1 guru meminta siswa mengubah teks “Sisi Negatif dan Positif
Ponsel” menjadi teks eksplanasi.
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa mengubah teks “Sisi Negatif dan Positif
Ponsel” menjadi teks laporan hasil observasi.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa mengubah teks “Sisi Negatif dan Positif
Ponsel” menjadi teks eksposisi.
70 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
Subtema 2 Cerita Rakyat "Lebai Malang"
No. Membangun Konteks
1. Pada Kegiatan 1 guru meminta siswa untuk mengubah teks cerita rakyat menjadi
teks lain yang sejenis.
2. Pada Tugas 1 guru menampilkan teks cerita rakyat berjudul “Lebai Malang”.
Lebai Malang
Cerita ini berkisah tentang seorang guru agama yang bernama Lebai.
Laki-laki yang sering dipanggil Pak Lebai ini hidup di sebuah desa di Sumatera
Barat. Desa itu terletak di tepi sungai. Pada suatu hari ia mendapat undangan
pesta dari dua orang kaya yang tinggal di desa-desa tetangga. Pesta tersebut
diadakan pada hari dan waktu yang bersamaan.
Lebai Malang mempertimbangkan untung dan rugi kedua undangan
tersebut. Akan tetapi, ia tidak dapat mengambil keputusan dengan cepat apakah
ia akan datang ke desa hulu sungai atau ke desa hilir sungai. Kalau ia pergi ke
pesta di desa hulu sungai, ia akan mendapat dua kepala kerbau. Kalau ia pergi
ke pesta di desa hilir sungai, ia akan mendapat hadiah satu kepala kerbau yang
dimasak dengan enak. Menurut informasi, masakan orang-orang di desa hulu
sungai tidak seenak masakan orang di hilir sungai.
Pada mulanya, Lebai Malang mengayuh perahunya menuju desa hulu
sungai. Kemudian, di tengah perjalanan, Lebai Malang berubah pikiran. ia
berbalik mendayung perahunya menuju desa hilir sungai. Ketika ia hampir
sampai di desa hilir sungai, dilihatnya beberapa tamu menuju desa hulu sungai.
Tamu tersebut mengatakan bahwa kerbau yang disembelih di sana sangat kurus.
Setelah mendengar apa yang disampaikan tamu tersebut, Lebai Malang pun
mengubah haluan perahunya menuju desa hulu sungai. Sesampainya di tepi
desa hulu sungai, para tamu sudah beranjak pulang. Pesta di sana sudah
selesai.
Lebai Malang cepat-cepat mengayuh perahunya menuju desa hilir sungai. Ia
berharap pesta di sana belum selesai. Sayangnya, pesta di desa hilir sungai
pun sudah selesai. Akhirnya, Lebai Malang tidak mendapat kepala kerbau yang
diinginkannya.
Diolah dari sumber Ny. S.D.B. Aman,”Lebai Malang,” Folk Tales From Indonesia,
Jakarta:Djambatan, 1976, hal.15-19)
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 71
3. Pada Tugas 2 guru meminta siswa untuk mengubah teks cerita rakyat “Lebai
Malang” menjadi teks cerita pendek.
4. Pada Tugas 3 guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan mengenai
struktur teks berikut ini.
Menurut siswa, apakah teks cerita pendek dalam bentuk narasi “Lebai Malang”
tersebut dapat diubah menjadi teks laporan hasil observasi sesuai dengan
struktur teksnya?
Jika menurut siswa teks tersebut dapat diubah, guru meminta siswa untuk
mengubahnya dengan menggunakan kata-kata sendiri.
Jika menurut siswa teks tersebut tidak dapat diubah, siswa diminta memberikan
alasannya!
1) Menurut siswa, apakah teks cerita pendek dalam bentuk narasi “Lebai
Malang” tersebut dapat diubah menjadi teks eksposisi sesuai dengan
struktur teksnya?
Jika menurut siswa teks tersebut dapat diubah, guru meminta siswa untu
mengubahnya dengan menggunakan kata-kata sendiri.
Jika menurutmu teks tersebut tidak dapat diubah, siswa diminta
memberikan alasannya!
2) Menurutmu, apakah teks cerita pendek dalam bentuk narasi “Lebai
Malang” tersebut dapat diubah menjadi teks tanggapan deskriptif sesuai
dengan struktur teksnya?
Jika menurutmu teks tersebut dapat diubah, guru meminta siswa untuk
mengubahnya dengan menggunakan kata-kata sendiri!
Jika menurutmu teks tersebut tidak dapat diubah, siswa diminta
memberikan alasannya!
72 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs
H. Pembelajaran Materi Bab VIII Analisis, Ringkasan, dan Revisi Teks
1. Menganalisis Teks
Ciri-Ciri Teks
Pada Kegiatan ini guru meminta siswa untuk memahami kembali ciri-ciri teks laporan
hasil observasi, tanggapan deskripsi, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek.
Contoh Teks
Pada Kegiatan ini guru meminta siswa untuk memahami teks yang menjadi bahan
pembelajaran. Kemudian, guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan yang
berkaitan dengan teks pembahasan.
2. Meringkas Teks
Definisi Ringkasan
Pada Kegiatan ini guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang definisi ringkasan
dan bagaimana cara meringkas teks..
Langkah-Langkah Meringkas Teks
Pada Kegiatan ini guru memberikan penjelasan tentang langkah-langkah dalam
meringkas teks. Langkah-langkahnya adalah membaca teks, mencari ide pokok, dan
mengolah ulang.
Contoh Teks
Pada Kegiatan ini guru meminta siswa untuk memahami teks yang menjadi bahan
pembelajaran. Kemudian guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan yang
berkaitan dengan teks pembahasan.
Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan 73
3. Merevisi Teks
Contoh Teks
Pada Kegiatan ini guru meminta siswa untuk memahami langkah-langkah dalam
merevisi teks. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
1. Menandai kata, kalimat, atau makna kata yang salah.
2. Memperbaiki kata, kalimat, atau makna yang salah sesuai dengan unsur
kebahasaan yang sudah siswa pelajari.
3. Menulis ulang teks sehingga menjadi teks yang baik dan benar.